Jateng

Ketua OSIS SMAN 1 Cawas Tewas saat Rayakan Ultah, Disdikbud Jateng: Keluarga Sudah Ikhlas

×

Ketua OSIS SMAN 1 Cawas Tewas saat Rayakan Ultah, Disdikbud Jateng: Keluarga Sudah Ikhlas

Sebarkan artikel ini
ketua osis SMAN 1 cawas tewas
Ucapan berbela sungkawa dari SMAN 1 Cawas, Klaten atas meninggalnya Fajar Nugroho. (X/@YtandroidMessi)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah, Uswatun Hasanah berbela sungkawa atas meninggalnya Ketua OSIS SMAN 1 Cawas, Klaten, Fajar Nugroho.

“Yang pertama, tentu kami ikut berduka cita atas berpulangnya ananda Fajar, Ketua Osis SMAN 1 Cawas,” ungkap Uswatun saat menghadiri konferensi pers di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu 10 Juli 2024 malam.

Uswatun mengaku, meninggalnya Fajar Nugroho sangat mengejutkan pihaknya. Atas kejadian nahas itu, Uswatun mengimbau kepada satuan pendidikan SMA/SMK/SLB untuk melakukan pembinaan kepada siswanya.

BACA JUGA: Ketua OSIS SMAN 1 Cawas Tewas Tercebur Saat Ulang Tahun, Kapolres Klaten: Ortu Korban Tak Mau Buat Laporan

Menurutnya, perayaan ulang tahun tak sepantasnya membahayakan.

“Kegembiraan itu euforianya jangan yang membahayakan. Jadi surprise-nya itu makan-makan. Namun itu jadi bagian semuanya, intropreksi, mawas diri,” bebernya.

Dalam kesempatan itu, Uswatun mengaku sangat bersedih. Ia pun menyebut Fajar merupakan siswa berprestasi di sekolah tersebut.

“Kita sangat bersedih, berkabung. Apalagi ananda Fajar itu Ketua OSIS, anak yang potensial. Alhamdullilah keluarga sudah ikhlas menerima bahwa ini jadi bagian kejadian tak terduga,” tandasnya.

Sebelumnya, Kapolres Klaten, AKBP Warsono menanggapi kasus tewasnya Ketua OSIS SMAN 1 Cawas, Klaten akibat tercebur di kolam sekolahnya.

AKBP Warsono menyebut, keluarga korban enggan membuat laporan ke kepolisian.

“Pihak keluarga itu tidak mau membuat laporan,” ujar AKBP Warsono saat beritajateng.tv temui di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Selasa 6 Juli 2024 sore.

Pihaknya mengungkap, keluarga korban sudah membuat surat pernyataan jika mereka tak akan membuat laporan dan menyatakan kejadian nahas itu sebagai musibah.

“Ini dinyatakan sebagai musibah. Kemudian, (korban) ditolak untuk diautopsi,” ujarnya.

BACA JUGA: Perayaan Ulang Tahun ke-18, Ketua OSIS SMA di Klaten Meninggal Tersengat Listrik

Kendati begitu, AKBP Warsono mengaku tetap melakukan serangkaian penyelidikan. Meskipun, kata dia, pihak keluarga bersikukuh tak ingin membuat laporan.

“Yang jelas dari pihak keluarga, dengan apartur pemerintah desa yang mendampingi, menyatakan tidak mau membuat laporan ke pihak kepolisian terkait kejadian itu,” ucapnya. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp