Jateng

Difabis Coffee Baznas Jakarta Hadir di Pameran MTQ Nasional, Bisa Ngopi Sambil Belajar Bahasa Isyarat

×

Difabis Coffee Baznas Jakarta Hadir di Pameran MTQ Nasional, Bisa Ngopi Sambil Belajar Bahasa Isyarat

Sebarkan artikel ini
Difabis Coffee
Stand Difabis Coffee and Tea pada Pameran Serambi Nusantara di Lapangan Parkir Eks Gajahmada Plaza, Kota Semarang, Kamis, 17 September 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Stand Difabis Coffee and Tea yang digagas Baznas (Bazis) DKI Jakarta menjadi salah satu yang paling menyita perhatian di Lapangan Parkir Eks Gajahmada Plaza, Kota Semarang.

Siapa sangka, lewat secangkir kopi dan cokelat, pengunjung diajak belajar saling memahami. Momen ini hadir di Pameran Serambi Nusantara saat para pengunjung berinteraksi langsung dengan barista disabilitas.

Tak sekadar memesan minuman dengan bahasa ucapan biasa, sejumlah pengunjung, termasuk pelajar, bahkan antusias mempelajari Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) untuk berkomunikasi.

Sajian kopi dan cokelat di stan tersebut diracik langsung oleh dua barista penyandang tunarungu yang dengan cekatan melayani setiap pengunjung.

Sejumlah pelajar SMA yang datang pun tampak bersemangat mempraktikkan gerakan tangan Bisindo untuk menyampaikan pesanan mereka.

Bagi Baznas DKI Jakarta, interaksi ini memang menjadi ruh utama Difabis Coffee and Tea. Tak hanya memberdayakan penyandang disabilitas secara ekonomi, Baznas (Bazis) DKI Jakarta juga membuka ruang inklusif agar masyarakat bisa melihat langsung kemampuan mereka.

PIC Program Difabis Baznas (Bazis) DKI Jakarta, Widya Kirana, mengatakan Difabis merupakan program pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas yang dijalankan Baznas DKI Jakarta.

BACA JUGA: Pemkot Ajak Peserta MTQ Nasional Muter Keliling Destinasi Wisata Semarang

Program tersebut diwujudkan melalui pembukaan kafe atau coffee shop dengan pekerja yang seluruhnya merupakan penyandang disabilitas.

“Jadi Baznas Bazis DKI Jakarta memiliki program pemberdayaan ekonomi bagi teman-teman disabilitas se-DKI Jakarta, bahkan kami di se-Jabodetabek,” kata Widya saat beritajateng.tv jumpai Kamis, 17 September 2026.

Difabis menyasar dua kelompok penyandang disabilitas, yakni tunarungu dan tunadaksa. Widya menuturkan, program tersebut telah berjalan sejak 2021.

Hingga 2026, Difabis telah memiliki delapan cabang di DKI Jakarta, yang tersebar antara lain di Kantor Wali Kota, Kantor Balai Kota, hingga area publik seperti wilayah Stasiun Sudirman.

“Dari situ semuanya full baristanya ataupun yang manajernya itu adalah disabilitas,” tutur Widya.