Hukum & Kriminal

Klaim Polisi Temukan Sajam dan Busur Panah di Ponpes Putri Sukoharjo, Yayasan: Alat Ekskul Panahan Santri

×

Klaim Polisi Temukan Sajam dan Busur Panah di Ponpes Putri Sukoharjo, Yayasan: Alat Ekskul Panahan Santri

Sebarkan artikel ini
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan saat konferensi pers di lobi Mapolda Jateng, Kota Semarang, Jumat, 30 Oktober 2026 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan saat konferensi pers di lobi Mapolda Jateng, Kota Semarang, Jumat, 30 Oktober 2026 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Sementara itu, Pengurus Yayasan Dakwah & Sosial Al-Mukmin Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an, di Desa Laban, Mojolaban, Sukoharjo buka suara. Hal itu tertulis dalam surat edaran terkait kronologi kejadian penggerebekan dan penyitaan barang di Ma’had Hamalatul Qur’an, Mojolaban Sukoharjo, Jumat 29 Oktober 2026.

Dalam surat yang turut sekretaris ponpes tandatangani, Diyana Indah Sari membenarkan dan menyesalkan kejadian tersebut. Berikut tertulis pernyataan dalam surat edaran tersebut;

Kronologi Kejadian Penggeledahan

Pada pukul 03.20 WIB, Brimob bersenjata lengkap dan puluhan polisi yang mengaku dari Polda Jawa Tengah dan Polres Sukoharjo mengetuk pintu pondok saat para santriwati masih tertidur.

Karena tidak ada yang membukakan pintu, polisi mendobraknya. Karena para santriwati kaget dan tidak memakai jilbab, mereka bersembunyi di kamar ustadzah.

Namun pintu kamar tersebut turut polisi dobrak hingga hampir rusak. Saat pintu berhasil polisi buka, para santriwati mereka tarik keluar dan polisi todong laras panjang, kena bentak, dan intimidasi. Padahal dalam keadaan belum mengenakan jilbab dan pakaian dengan semestinya.

Kebetulan ada satu santriwati berada di ruang belakang sendirian. Saat mereka datang menghampirinya, dia langsung polisi suruh tiarap. Setelah itu tubuhnya mereka bolak-balik. Wajahnya polisi cengkeram dengan satu tangan sambil terus mereka bentak dengan pertanyaan “kamu laki-laki atau perempuan?” Teriakan itu polisi lontarkan berkali-kali, seolah mereka tidak puas dengan jawaban yang ada.

Dia pun disuruh menunjukkan rambutnya, sementara sebuah lara panjang diarahkan kepadanya. Situasi itu terasa sangat menegangkan dan menakutkan. Apalagi dia harus menghadapi semuanya sendirian di tengah kepanikan saat penggerebekan berlangsung.

Polisi Bawa ke Polsek dan Polres

Pukul 03.51 WIB para santriwati dibawa ke Polsek Mojolaban untuk interogasi. Sekitar pukul 06.00 WIB, mereka dapat makanan. Proses interogasi tanpa pendampingan oleh wali maupun kuasa hukum, dan tanpa ada surat panggilan dari kepolisian.

Sekitar pukul 10.oo WIB, para santriwati polisi pindahkan ke Polres Sukoharjo untuk menjalani interogasi lanjutan.