Dewata utama yang dihormati di Klenteng See HooKiong adalah Dewi Tian Shang Sheng, yang berarti Permaisuri Langit nan Suci berasal dari Provinsi Hokkian, Tionghoa. Nama aslinya yakni Lin Mo Niang yang artinya Gadis Pendiam, karena dikisahkan ia tidak menangis selama sebulan setelah dilahirkan.
Hingga kini, klenteng ini tetap aktif untuk berbagai ritual keagamaan dan perayaan tradisional. Bersama klenteng lain di Pecinan, See Hoo Kiong menjadi bagian penting dari warisan budaya Tionghoa di Kota Semarang.
Di balik bangunannya yang kokoh, See Hoo Kiong menyimpan kisah-kisah harapan. Tentang cinta yang dipertemukan, tentang anak yang dinantikan. Di sanalah doa-doa dilangitkan dengan keyakinan bahwa jodoh dan keturunan bukan hanya takdir, tetapi juga ikhtiar yang disertai ketulusan. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





