SEMARANG, beritajateng.tv – Untuk meningkatkan skill atlet Kota Semarang dalam cabang olahraga Billiard, KONI Kota Semarang bersama POBSI menggelar KONI Cup 9 Ball Handycrap di Kingdom Billiard, Senin 4 Juni 2024.
Acara yang memperebutkan hadiah total Rp 29 juta ini di ikuti oleh 300 atlet billiard. Ketua KONI Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara membuka secara langsung perhelatan KONI Cup 9 Ball Handycrap.
Saat membuka event bergengsi ini, Arnaz yang juga bakal calon Wali Kota Semarang ini menyampaikan pentingnya persiapan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Ia menekankan kegiatan seperti ini merupakan bagian dari strategi untuk mencari dan mengembangkan bibit-bibit atlet yang potensial.
BACA JUGA: KONI Kota Semarang Gandeng USM Luncurkan Program Kewirausahaan Atlet
“Tentunya ini menjadi hal yang harus kita lakukan. Karena persiapan Porprov 2026 ini kita harus banyak mengadakan pertandingan. Agar kita bisa melihat bibit-bibit atlet yang nanti bisa tumbuh atau muncul untuk menghadapi Porprov,” ujar Arnaz.
Lebih lanjut Ketua Kadin Kota Semarang ini mengatakan dalam Porprov 2023 di Pati Raya, cabor Billiar mendapatkan 1 emas.
Persiapan Porprov
“Harapannya pada Porprov Jateng 2026, sebagai tuan rumah bisa melampaui target di 2 emas. Sukses selalu,” ujar Arnaz.
Sementara itu Ketua penyelenggara sekaligus Ketua Harian POBSI Semarang, Willy, menjelaskan tujuan diadakannya pertandingan ini adalah untuk mengadu bakat dan menjadi ajang prestasi bagi para peserta.
“Hal ini sejalan dengan keinginan Ketua KONI Kota Semarang Mas Arnaz. Tentunya untuk memunculkan atlet-atlet baru yang dapat membawa nama baik Kota Semarang,” ujar Willy.
Menurut Willy, event KONI Cup 9 Ball Handycrap ini disambut antusias peserta.
“344 peserta menjalani babak penyisihan dan hari ini mulai babak utama yang berlangsung sampai seminggu ke depan. Harapan saya selaku Ketua Harian POBSI mewakili Ketua POBSI Semarang, event ini juga untuk silahturahmi bersama Ketua KONI Semarang. Untuk memunculkan atlet-atlet yang bisa membawa nama baik Kota Semarang,” ungkap Pak Willy.





