Jateng

Kota Semarang Jadi Pilot Project Program Ruang Bersama Indonesia Kementerian PPPA

×

Kota Semarang Jadi Pilot Project Program Ruang Bersama Indonesia Kementerian PPPA

Sebarkan artikel ini
Kota Semarang Jadi Pilot Project Program Ruang Bersama Indonesia Kementerian PPPA
Menteri PPPA dan Walikota Semarang meninjau Ruang Bersama Indonesia (RBI) di Semarang Selatan. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kota Semarang menjadi salah satu pilot project nasional program Ruang Bersama Indonesia (RBI) oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Kata Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi mengunjungi UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak di Gedung PKK Kota Semarang, Semarang Selatan, Senin, 4 Agustus 2025.

Menteri Arifatul menyampaikan bahwa RBI merupakan kelanjutan dari program Desa/Kelurahan Ramah Anak dengan pendekatan kolaboratif.

BACA JUGA: 466 Meter Bendera Merah Putih Terbentang di Gedung Balaikota Semarang

“Kota Semarang ini akan kita jadikan pilot project bagaimana kelurahan-kelurahan yang ada bisa mewujudkan RBI,” ujar Arifatul.

RBI mengedepankan sinergi antar lembaga serta partisipasi masyarakat dalam mewujudkan ruang aman dan pemberdayaan keluarga, terutama perempuan dan anak. Arifatul menjelaskan, RBI bukan program baru, melainkan penguatan dari inisiatif yang sudah ada.

“Tambahan dari RBI hanya satu, yaitu adanya kolaborasi, sinergi, dan kerja sama dari berbagai pihak. Karena tidak mungkin persoalan perempuan dan anak bisa diselesaikan oleh satu kementerian saja,” tambahnya.

Sementara itu, Agustina, Wali Kota Semarang menyambut positif penunjukan tersebut. Ia menyatakan bahwa Kota Semarang siap menjadi pilot project karena telah memiliki komunitas dan kegiatan yang sejalan dengan semangat RBI.

“Kita siap menjadi pilot project karena sebenarnya sudah ada. Tinggal mendeteksi mana saja yang sudah mirip dan memperkuat kontennya,” ujar Agustina.

Menurut Agustina, keberhasilan Kota Semarang dalam menjaga toleransi dan menjalin kerja sama antar elemen masyarakat menjadi modal penting dalam implementasi RBI.

“Jadi untuk kekerasan terhadap perempuan dan anak ini, pamong-nya tidak hanya pegiat perempuan atau ASN. Tapi juga tokoh-tokoh agama melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB),” jelasnya.

Menteri Arifatul pun mengapresiasi semangat para pegiat dan aktivis di Kota Semarang. “Karena di Kota Semarang ini, perempuannya, penggiatnya, aktivisnya luar biasa. Jadi tidak salah pilihlah kalau kita menjadikan Kota Semarang sebagai pilot project,” tuturnya.