Jateng

Kunjungi PT SCI Salatiga, Mendag RI Ungkap Alasan Indonesia Perlu Perjanjian Dagang dengan Amerika Serikat

×

Kunjungi PT SCI Salatiga, Mendag RI Ungkap Alasan Indonesia Perlu Perjanjian Dagang dengan Amerika Serikat

Sebarkan artikel ini
Perjanjian Dagang
Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Budi Santoso, saat berkunjung ke PT SCI, Kota Salatiga, Kamis, 18 Juni 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

Mendag menambahkan, sekitar 11 persen dari total ekspor Indonesia ke berbagai negara tujuan berasal dari pasar Amerika Serikat. Karena itu, menjaga akses pasar di negara tersebut menjadi sangat penting bagi keberlangsungan industri nasional.

BACA JUGA: Rupiah Melemah, Ahmad Luthfi Andalkan KUR dan Pendampingan Ekspor Jaga UMKM Jateng

“Kalau kita tidak memiliki perjanjian dagang dengan Amerika Serikat, pasar kita di sana bisa hilang. Lalu produk-produk kita mau 𝖽ijual ke mana?” tegasnya.

Produk ekspor utama Indonesia ke Amerika Serikat antara lain alas kaki, tekstil dan produk tekstil (TPT), serta berbagai produk elektronik dan manufaktur lainnya.

Selain membahas hubungan dagang dengan Amerika Serikat, Budi juga mengungkapkan perkembangan kerja sama perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa melalui Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Menurutnya, proses negosiasi IEU-CEPA telah selesai dan dokumen kerja sama 𝖽iperkirakan akan 𝖽itandatangani setelah September 2026 sebelum memasuki tahap ratifikasi.

Melalui kesepakatan tersebut, berbagai produk Indonesia berpeluang mendapatkan tarif masuk nol persen atau mendekati nol persen di pasar Uni Eropa.

“Produk alas kaki, pakaian jadi, dan berbagai produk manufaktur padat karya akan menjadi prioritas agar mendapatkan tarif masuk yang lebih kompetitif di pasar Uni Eropa,” tandas Budi Santoso.(*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp