Peristiwa

Lahan Irigasi di Sendangguwo Semarang Kebakaran, Ternyata Jadi Tempat Pembuangan Sampah Liar

×

Lahan Irigasi di Sendangguwo Semarang Kebakaran, Ternyata Jadi Tempat Pembuangan Sampah Liar

Sebarkan artikel ini
kebakaran Sendangguwo
Ketua RW 02 Kelurahan Sendangguwo, Sutarto, saat menunjukkan larangan buang sampah di lahan irigasi, Rabu, 24 September 2025. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

“Sejak pagi ini hingga siang belum selesai, petugas gabungan masih berupaya memadamkan api. Ya mengeruk, membersihkan sampahnya itu,” kata Sutarto.

Ia mengungkap bahwa proses pemadaman kali ini lebih sulit lantaran tumpukan sampah cukup tebal sehingga api kerap muncul kembali meski sudah tersiram air. Hingga siang menjelang sore, petugas masih melakukan pengerukan sampah agar api benar-benar padam.

Orang luar sering buang sampah malam hari

Seorang warga sekitar, Tari (54), menuturkan bahwa mayoritas warga RW 02 tidak membuang sampah di lokasi itu. Sebagian lebih memilih membakar sampah sendiri di halaman rumah.

“Yang sering buang ke situ biasanya orang luar, malam hari biasanya, kadang subuh-subuh habis belanja,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan pernah melihat adanya sampah medis yang sempat orang buang ke lokasi tersebut sebelum kebakaran terjadi. Namun, menurutnya, sampah itu kemudian pihak lain angkut menggunakan mobil.

“Pernah ada plastik-plastik besar berisi sampah medis, tapi sudah orang lain ambil sebelum kejadian. Kalau sampah harian, biasanya buangnya malam hari, jadi kami tidak tahu siapa pelakunya. Tahu-tahu pagi sudah ada tumpukan,” jelas Tari.

Usai meninjau lokasi, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyebut akan memasang CCTV di sekitar lahan irigasi tersebut agar tidak kembali menjadi tempat pembuangan sampah.

BACA JUGA: Walikota Semarang Beri Bantuan dan Bangun Kembali Rumah Korban Kebakaran di Candisari

Menurutnya, TPS liar kerap menjadi sumber masalah baru, mulai dari pencemaran hingga kebakaran yang membahayakan warga sekitar.

“Malam tadi ada dua, yang satu di TPS liar di Sendangguwo langsung teman-teman DLH eksekusi. Saya minta Kominfo untuk pasang CCTV, dan asisten 1 serta 2 membuat papan larangan di lahan tersebut,” ujarnya saat beritajateng.tv temui di Jalan Palebon Raya pada Rabu, 24 September 2025.

Agustina juga mendorong agar lahan tersebut bisa beralih fungsi menjadi ruang produktif bagi warga setelah pembersihan.