Petugas menduga paket tersebut di lempar oleh pelaku dari luar lapas dengan tujuan agar di terima oleh warga binaan di dalam area pemasyarakatan.
Lapas Kelas I Semarang juga terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum guna mengungkap pelaku pelemparan serta memperkuat sistem pengamanan di sejumlah titik rawan.
Selain meningkatkan patroli, pihak lapas juga rutin melakukan penggeledahan kamar hunian, memperketat pengawasan area perimeter. Serta memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum dalam mewujudkan lapas yang bersih dari handphone ilegal, narkoba, dan praktik penipuan.
“Kami berharap keberhasilan penggagalan ini menjadi bukti bahwa seluruh jajaran Lapas Semarang tetap siaga dan berkomitmen menjaga keamanan. Kami juga mengajak masyarakat bersama-sama mendukung pemberantasan narkoba agar lapas benar-benar menjadi tempat pembinaan yang aman dan bebas dari peredaran barang terlarang,” pungkas Ahmad Tohari. (*)





