SEMARANG, beritajateng.tv – Siapa yang tak kenal nama Bambang RSD? Sosoknya sebagai fotografer masyhur di kalangan khalayak luas di Kota Semarang.
Namun, siapa yang menyangka sebelum terjun ke dunia fotografi, Bambang RSD pernah bekerja sebagai penulis lepas hingga menjadi seorang wartawan?
Pria yang panggilan akrabnya Bambang ini tampak sibuk memotret dan bercengkrama dengan model yang sedang dirias. Dengan ramah ia menyambut awak beritajateng.tv kemudian bercerita awal kariernya hingga menjadi fotografer kenamaan di Kota Atlas ini.
“Awalnya tahun 95 mulai belajar foto, awalnya jadi penulis lepas, terus saya kerja di Suara Merdeka Group, tapi sebagai wartawan bukan fotografer,” terang Bambang RSD kepada awak beritajateng.tv, Minggu (30/4/2023).
BACA JUGA: Ratusan Fotografer Halal Bihalal dan Motret Model di Taman Indonesia Kaya
Bambang mengaku, kiprahnya sebagai seorang jurnalis mengantarkannya hingga menekuni dunia fotografi. Bahkan, ia belajar fotografi untuk pertama kali bukan dengan fotografer profesional, melainkan dengan seorang wartawan.
“Akhirnya rasa penasaran saya jadi lebih gede karena yang ngajarin saya itu wartawan, bukan fotografer,” imbuhnya.
Sebab, baginya kemampuan fotografi seorang wartawan itu tidak sedalam fotografer profesional, sehingga timbul rasa penasaran dalam benaknya untuk belajar lebih banyak tentang fotografi.
“Orang tahunya kan wartawan itu pinter motret, padahal wartawan itu kan pinter nulis. Kalau fotografer itu kan kerjanya motret untuk melengkapi tulisan wartawan,” tandasnya.
Meskipun dunia fotografi pada saat itu hanya untuk kalangan menengah ke atas, hal tersebut tak lantas menyurutkan niatnya untuk terus belajar.
Bambang RSD Terjun ke Dunia Fotografi Bermodal Kamera Hasil Ibu Jual Rumah
Bermodal kamera Pentax K1000 yang ia peroleh dari hasil Ibunya menjual rumah, ia tidak pantang menyerah untuk terus belajar mengambil foto.
“Kamera pertama saya Pentax K1000, itu kamera analog (film). Itupun dengan harga yang sebetulnya ga begitu mahal, tapi ekonomi kita sulit hampir tak terbeli juga. Bisa beli itu juga karena pindah rumah, jual rumah, kemudian dikasi uang buat beli kamera. Kalau ga seperti itu ga akan terbeli,” ungkap pria yang identik dengan rambut panjang yang selalu ia kuncir itu.
BACA JUGA: Video Halal Bihalal Fotografer Sambil Hunting Foto Model
Keputusannya untuk berkecimpung di dunia fotografi model tak pernah ia sesali. Pasalnya, fotografi model saat itu belum terlalu banyak orang kenal. Hal tersebut lantas membuatnya menonjol dan mudah orang-orang kenali.
Ia menuturkan bahwa pada saat itu fotografer model memang sangat jarang. Meskipun bisa terhitung jari, fotografer model pada saat itu belum memiliki kemampuan yang mumpuni.
“Masih jarang (jumlah fotografer model). Meskipun ada kemampuan mereka itu belum di level yang bisa dilihat, karena belajar untuk itu sulit dan mahal, menumbuhkan model juga sulit,” tandasnya.
Meskipun namanya telah tersohor, itu tak membuat Bambang RSD berhenti belajar. Bahkan saat ini ia tengah menekuni bidang ilmu lainnya.
“Yang penting itu harus belajar dan belajar, jangan pernah berhenti belajar. Apalagi sekarang ada aplikasi-aplikasi yang bisa diakses. Sekarang saya belajar ngedit video, ada kepuasaan buat belajar mengedit video,” pungkas Bambang RSD. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





