Gaya Hidup

Mal Ramai Tapi Sepi Transaksi, Pengamat Ekonomi Bongkar Fakta di Balik Fenomena Rojali dan Rohana

×

Mal Ramai Tapi Sepi Transaksi, Pengamat Ekonomi Bongkar Fakta di Balik Fenomena Rojali dan Rohana

Sebarkan artikel ini
Rojali Rohana
Salah satu mal di Kota Semarang yang ramai pengunjung. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

Meski mal tampak ramai, Westri menekankan bahwa yang berdampak pada ekonomi adalah konsumsi atau belanja nyata masyarakat.

“Yang memengaruhi perekonomian itu bukan keramaiannya, tapi belanjanya. Kalau cuma jalan-jalan tapi enggak belanja, ya enggak berpengaruh,” tegasnya.

Namun, ia mencatat bahwa sektor kuliner di mal tetap menjadi titik belanja aktif. “Orang mungkin tidak beli baju, tapi mereka beli minum atau makanan. Itu tetap bentuk konsumsi yang menggerakkan ekonomi,” ujarnya.

Menjelang Hari Kemerdekaan 17 Agustus, sejumlah mal memberikan promo khusus seperti diskon dan harga spesial. Westri percaya momen ini tetap efektif menarik masyarakat untuk belanja offline.

“Biasanya mal kasih diskon khusus bagi pengunjung yang pakai merah putih atau setelah ikut upacara. Ini tetap akan jadi daya tarik,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp