HeadlineNasionalNews UpdateOpini

Mencangkul Kesejahteraan Petani

×

Mencangkul Kesejahteraan Petani

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi B DPRD Jateng Sumanto dalam Dialog Aspirasi Jawa Tengah "Minyak Goreng Langka di Jateng, Ada Apa?" di Studio TATV. (DPRD Jateng)

Pemerintah juga perlu membuat demplot percontohan, agar terbentuk keyakinan petani untuk menggunakan pupuk organik. Perlu adanya hasil riset untuk mendukung percepatan pemulihan tanah lahan pertanian dengan singkat, sehingga petani bisa segera memanen hasil pertanian dengan maksimal.

Harga Beras

Padi yang dihasilkan oleh petani, nantinya akan menjadi beras “emas putih” sebagai bahan pokok. Indonesia sendiri merupakan salah satu konsumen beras terbesar di dunia dengan konsumsi beras nasional per kapita pada 2017 sebesar 97,6 Kg dan diperkirakan meningkat 1,5 % per tahun menjadi 99,08 Kg per kapita pada tahun 2025. Peningkatan ini terjadi seiring dengan laju pertambahan penduduk.

Dikutip dari laman beritasatu.com, Jepang memiliki harga beras termahal di dunia dengan harga rata-rata beras per kilogram mencapai US$ 5,35 atau Rp 77.000 per kilogram per September 2020, sementara Argentina termurah di dunia dengan harga sekitar Rp 8.600. Indonesia memiliki harga beras sekitar Rp 12.850, menempatkannya di urutan ke-49 dari 58 negara yang disurvei, atau urutan ke-10 negara dengan harga beras termurah. Menurut data GlobalProductPrices.com, harga rata-rata beras di dunia adalah US$ 1,55 per kilogram. Harga diambil berdasarkan varian beras putih long grain dari merek terkenal dan dari toko-toko makanan terbesar di setiap negara.

Kilas balik ke tahun 2000-an, nilai beras jika dibandingkan dengan nilai emas cukup jauh perbandingannya. Pada awal 2000, nilai 1 gram emas sama dengan 23 Kg beras, sedang pada tahun 2020 nilai 1 gram emas sama dengan 81 Kg beras. Disimpulkan bahwa dalam kurun waktu 20 tahun, nilai emas terhadap beras meningkat sekitar 3-4 kali lipat.

Keadilan Informasi