“Setiap minggu harapannya ada 8 juta telur dan nanti akan didistribusikan ke setiap kelurahan terutama di angka DB yang tinggi. Sehingga outcome bisa memutus rantai dan mengendalikan kasus demam berdarah di kelurahan yang tinggi,” bebernya.
Hakam berharap dengan sosialisasi yang dilakukan terutama di kecamatan yang memiliki kasus DBD tinggi bisa dilakukan dengan baik. Sehingga pada bulan Januari 2023 sata Kemenkes akan menerapkan metode ini, semua lini masyarakat sudah siap dna mendukung upaya ini.
“Kalau kasus demam dengue sudah 5.148 kasus hingga saat ini, DBD dan DSS 809 kasus, kasus meninggal 32 kasus, sedangkan proporsi kasus itu 52 persen adalah laki-laki,” pungkasnya. (Ak/El)





