SEMARANG, beritajateng.tv – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Neraca Perdagangan Jawa Tengah pada Agustus 2024 mengalami surplus sebesar 45,4 juta dolar Amerika Serikat (AS).
Kepala BPS Jawa Tengah, Endang Tri Wahyuningsih, mengatakan nilai ekspor Provinsi Jawa Tengah pada Agustus 2024 tercatat sebesar 1.033,5 juta dolar AS, naik 10,18 persen ketimbang bulan Juli 2024.
BACA JUGA: Kemdikbudristek Anggarkan Rp13,4 Triliun, Ini Besaran Dana PIP SD hingga SMA Tahun 2024
“Ekspor masih dominan komoditas non-migas yang mencapai 966,7 juta dolar AS,” ujar Endang, Selasa, 17 September 2024.
Adapun nilai impor pada Agustus 2024, lanjut Endang, tercatat sebesar 988,1 juta dolar AS, turun 30,21 persen ketimbang bulan sebelumnya.
BACA JUGA: Potensi Gempa Megathrust Capai 16 Zona Termasuk Jawa Tengah, Begini Langkah Antisipasi BMKG
Ia menuturkan, nilai impor Jawa Tengah pada Agustus 2024 masih dominan komoditas non-migas yang mencapai 665,2 juta dolar AS.
Menurutnya, Amerika Serikat masih menjadi negara tujuan utama ekspor Jawa Tengah dengan nilai mencapai 426,8 juta dolar AS.
BACA JUGA: KLHK Sebut Karhutla di Jateng Tahun 2024 Capai 183 Hektare: Tak Cuma Faktor Alam, Tapi Juga Manusia
Ia mengungkapkan, komoditas pakaian rajut dan bukan rajut, alas kaki, serta kayu dan barang dari kayu masih mendominasi ekspor Jawa Tengah.
Sementara Tiongkok, lanjut Endang, masih menjadi pemasok utama komoditas impor di Jawa Tengah dengan nilai sebesar 354,2 juta dolar AS.
BACA JUGA: Terima UHC Awards dari Ma’ruf Amin, Jawa Tengah Hampir 100 Persen Penduduknya Terjamin JKN
Berbagai jenis mesin, perlengkapan mekanis dan elektrik, serta plastik dan bahan dari plastik, kata Endang, memberi kontribusi terbesar jenis komoditas yang didatangkan dari luar negeri ke Jawa Tengah. (ant)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





