Setiap porsi dibanderol Rp35 ribu. Isinya cukup melimpah, mulai dari mangga, nanas, pepaya, bengkuang, kedondong, hingga aneka buah rujak lainnya yang tercampur bersama kerokan kelapa muda. Air kelapanya pun bisa pelanggan minum langsung atau campurkan ke dalam rujak sesuai selera.
Sering Disebut “Rujak Amerika”
Nama Rujak Amerika sendiri ternyata bukan dibuat secara sengaja. Arif bercerita, dahulu gerobaknya dihiasi bendera Amerika sehingga pelanggan sering menyebutnya “rujak Amerika”. Julukan itu akhirnya melekat hingga sekarang.
Meski harga buah dan kelapa sempat mengalami kenaikan, Arif mengaku masih mempertahankan harga jual. Dalam sehari, ia mampu menghabiskan sekitar 20 hingga 30 batok kelapa, tergantung ramainya pembeli. Kedainya buka mulai pukul 10.00 WIB hingga sore hari atau sampai dagangan habis.
Keunikan Rujak Degan juga menarik perhatian pembeli yang mengetahui kuliner tersebut dari media sosial.
Arina, warga Mugassari Kecamatan Semarang Selatan, mengaku sengaja datang karena penasaran setelah melihat unggahan di internet. Sebelumnya ia hanya mengenal rujak buah biasa.
“Baru pertama kali coba. Biasanya beli rujak buah biasa, tapi ini pakai batok kelapa dan ada serutan kelapanya. Rasanya beda, lebih segar karena ada rasa kelapanya, terus ada air kelapanya juga,” ujarnya.
BACA JUGA: Roadshow Kuliner Viral Indonesia Mampir Semarang, Sensasi Jajan Street Food Thailand di Miniatur Pasar Malam Bangkok
Menurutnya, harga Rp35 ribu sebanding dengan porsi dan pengalaman rasa yang di dapat.
“Worth it sih. Kalau rujak biasa sekitar Rp15 ribu, tapi ini dapat degan juga dan porsinya banyak,” katanya. (*)
Editor: Farah Nazila





