Politik

Nilai Baliho Masih Efektif, Pakar Komunikasi: Mampu Tingkatkan Awareness

×

Nilai Baliho Masih Efektif, Pakar Komunikasi: Mampu Tingkatkan Awareness

Sebarkan artikel ini
penertiban alat kampanye
Salah satu baliho caleg yang menyertakan paku tercoblos dan kalimat ‘mohon doa restu’ yang belum ditindak Bawaslu di Jalan Sriwijaya, Kota Semarang, Selasa, 14 November 2023. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Penggunaan baliho bagi partai politik maupun calon legislatif (caleg) masih mampu meningkatkan kesadaran pemilih menjelang tahun politik 2024. Hal itu tersampaikan oleh pakar komunikasi asal Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Lisa Mardiana Jum’at 17 November 2023 sore.

“Kalau tujuannya untuk membangun awareness (kesadaran) dan sifatnya memberikan informasi awal, mengenalkan, dan membuat orang dari tidak tahu menjadi tahu itu baliho masih efektif,” ujar Lisa.

Menurutnya, penggunaan baliho dapat menjangkau massa atau khalayak lebih banyak.

“Baliho itu bisa membangun brand image, sehingga orang itu jadi kenal ‘oh ini ada A,B,C’ dan membuat orang jadi lebih tahu,” sambungnya.

Kendati demikian, Lisa tak menjamin eksistensi baliho dapat meraup suara pemilih. Baliho juga tak serta merta dapat mengubah persepsi publik terkait partai politik maupun caleg.

“Kalau upayanya untuk mengubah pendapat khalayak yang awalnya tadi tidak tertarik menjadi tertarik, tidak respect menjadi respect, atau membuat mereka bersedia memilih ya baliho tidak cukup,” tegasnya.

BACA JUGA: Sindir Jokowi Soal Situasi Politik Penuh Drama, Politikus PDIP: Enggak Mau Tapi Elu Nyutradarain

Lisa menambahkan, penggunaan baliho tergolong marketik dengan jenis above the line. Adapun karakteristik marketing tersebut yakni dapat menjangkau audiens luas namun tak menjamin audiens akan memilih hal tersebut.

“Terlebih, karakteristik media above the line termasuk baliho itu tidak bisa memberikan kesan yang spesifik,” bebernya.

Lisa menilai, metode yang paling efektif untuk meningkatkan elektabilitas calon legislatif, eksekutif, maupun partai politik yakni dengan menggabungkan berbagai metode lainnya, yakni metode above, below, dan through the line.

Salah satunya dengan memanfaatkan media sosial yang menjadi bagian dari strategi through the line.

Soroti baliho partai politik yang kerap ditertibkan oleh Bawaslu

Perihal baliho yang kerap ditertibkan oleh Bawaslu, Lisa memberikan komentar. Menurutnya, bisa jadi peserta politik terkait belum memahami kaidah komunikasi.

Namun, tak menutup kemungkinan bagi Lisa jika peserta pemilu dengan sengaja melakukan hal itu untuk meraup potensi suara lebih banyak.

BACA JUGA: Ganjar Sebut Situasi Politik Terkini Mirip Drakor, TKN Prabowo-Gibran: Padahal Mereka kan Pemain Inti

“Saya kira harus diperhatikan bahwa regulasi dibuat untuk kepentingan bersama, jadi kita perlu menempatkan etika dan integritas setinggi mungkin,” paparnya.

Pihaknya berharap, jangan sampai peserta pemilu melanggar regulasi yang ada hanya untuk meraih atensi publik guna meningkatkan elektabilitasnya.(*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp