SEMARANG, beritajateng.tv – Dunia musik Jepang berduka. Nobuo Yamada, penyanyi legendaris yang terkenal luas lewat lagu tema anime Saint Seiya, telah meninggal dunia pada usia 61 tahun.
Suara khasnya yang membakar semangat para penggemar anime era 1980-an menjadikannya ikon yang tak terlupakan, baik di Jepang maupun di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Nobuo Yamada, yang lebih populer dengan nama panggung NoB, merupakan figur berpengaruh di ranah musik anime dan tokusatsu.
Popularitasnya meroket berkat lagu “Pegasus Fantasy” yang menjadi opening Saint Seiya versi asli. Selain itu, ia juga terkenal melalui berbagai lagu pembuka untuk serial Super Sentai.
Sepanjang perjalanan kariernya, Yamada berkiprah sebagai vokalis, penulis lagu, sekaligus penampil di berbagai konser, baik di Jepang maupun di kancah internasional. Karyanya berhasil meraih hati penggemar lintas generasi.
Biografi Nobuo Yamada
Nobuo Yamada, yang lahir pada 20 Januari 1964, memulai debut besarnya pada era 1980-an sebagai vokalis band Make-Up.
Kepopulerannya semakin menanjak setelah ia membawakan lagu pembuka Saint Seiya berjudul “Pegasus Fantasy”.
BACA JUGA: Sinopsis Anime Trapezium, Ambisi Besar Cewek SMA jadi Idol
Berkat lagu tersebut, Yamada segera meraih tempat istimewa di hati para penggemar anime. Ia juga membawakan lagu penutup Saint Seiya berjudul “Blue Forever” yang tak kalah melegenda. Kedua karya ini kemudian dimasukkan ke dalam sejumlah album kompilasi resmi Saint Seiya.
Di luar kiprahnya bersama Make-Up, Yamada juga menorehkan prestasi melalui karier solonya di dunia lagu-lagu Super Sentai.
Ia membawakan tema untuk serial seperti Boukenger dan Goseiger, dengan suara khasnya yang kerap menjadi identitas pembuka bagi berbagai seri aksi produksi Toei.
Selain berkarya di Jepang, Yamada turut meramaikan berbagai ajang anime internasional. Ia pernah menjadi bintang tamu di Anime Friends, salah satu konvensi terbesar di Amerika Latin.
Perjalanannya mencerminkan semangat seorang musisi yang mampu menjembatani lintas generasi dan budaya melalui musik.
Yamada juga terlibat dalam beragam proyek musik, salah satunya sebagai anggota grup Project.R, sebuah kolektif penyanyi lagu tema tokusatsu yang kerap tampil di panggung konser berskala besar.
Dalam grup ini, ia berkolaborasi dengan sejumlah nama ternama, termasuk Hironobu Kageyama dan Sister MAYO.
Penyebab Kematian
Nobuo Yamada tutup usia setelah bertahun-tahun berjuang melawan kanker ginjal, penyakit yang lama ia derita sebelum akhirnya diumumkan ke publik. Kabar duka ini disampaikan oleh pihak agensinya pada 13 Agustus 2025.
Penyanyi yang akrab disapa NoB itu pertama kali didiagnosis menderita kanker ginjal sekitar delapan tahun lalu.
Saat itu, dokter memprediksi usianya mungkin hanya tersisa lima tahun. Meski begitu, Yamada tetap menjalani perawatan medis sambil terus berkarya dan aktif di dunia musik.
BACA JUGA: Serba-serbi Geluti Hobi Main Taiko, Alat Musik Tradisional Jepang yang Perlu Kekuatan Fisik
Dalam masa pengobatannya, Yamada menempuh terapi radiasi serta berbagai prosedur medis lainnya. Kondisinya kerap mengalami pasang surut, hingga membuatnya beberapa kali harus absen dari panggung pertunjukan. Meski demikian, ia selalu berusaha tampil selama tenaganya masih memungkinkan.
Menurut keterangan agensinya, Yamada terus berkarya hingga menjelang akhir hayatnya. Bahkan, sehari sebelum meninggal, ia masih sempat membicarakan rencana proyek musik terbarunya.
Tekad dan semangatnya untuk terus bernyanyi disebut sebagai salah satu kekuatan terbesar yang dimilikinya.
“Bahkan sehari sebelum berpulang, ia masih membicarakan aransemen lagu ciptaannya dan membayangkan panggung tempat ia dapat bertemu para penggemar. Ia tetap menjadi ‘Rock Star NoB’ hingga detik terakhirnya,” ujar agensi Yamada, Mojost.
Kanker ginjal adalah jenis kanker yang tumbuh pada organ ginjal dan dapat menyebar secara bertahap. Pada banyak kasus, penyakit ini tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, sehingga sulit terdeteksi sejak dini—seperti yang dialami Yamada.(*)





