Uncategorized

Pamerkan Lukisan di Metamorfosart 5, Mahasiwa UIN Walisongo Ini Ungkap Makna Lukisan yang Dibuat dalam Satu Malam

×

Pamerkan Lukisan di Metamorfosart 5, Mahasiwa UIN Walisongo Ini Ungkap Makna Lukisan yang Dibuat dalam Satu Malam

Sebarkan artikel ini
Metamorfosart 5
Metamorfosart 5 memamerkan berbagai lukisan, salah satunya milik mahasiwa UIN Walisongo ini, yang ia kerjakan hanya dalam satu malam saja. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Puluhan karya seni lukisan terpampang rapi di tiap sudut Galeri Nusantara ISAI Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHum) UIN Walisongo Semarang. Pasalnya, dalam gedung tersebut tengah berlangsung gelaran Metamorfosart 5.

Salah satu karya yang menarik perhatian pada Metamorfosart 5 ialah karya dari Meysar Ananda Salsabila. Mahasiswa Prodi ISAI UIN Walisongo angkatan 2022 tersebut pun berkesempatan menceritakan makna di balik karyanya yang ia beri judul Cendala.

Kepada beritajateng.tv, ia menjelaskan makna dari lukisan yang ia buat itu. Pada lukisannya tampak penggambaran seorang penari balet yang pergerakannya sekilas terlihat teratur orang sepasang tangan berwarna-warni. Abel, sapaan akrabnya menyebut bahwa tangan tersebut merupakan representasi dari Cendala.

“Cendala itu diambil dari bahasa Jawa, dan artinya bisa multitafsir. Secara umum, Cendala artinya sifat yang buruk. Jadi bisa dibilang Cendala adalah representasi dari sifat yang buruk itu,” jelasnya.

Memilih objek seorang penari balet, Abel mengaku ingin menampilkan gambaran dari seorang penari balet yang identik dengan rasa sakit untuk menggapai mimpinya.

“Memilih balet karena balet identik dengan sakit, misal kaki yang luka,” lanjutnya.

BACA JUGA: Kisah Perupa Semarang Ceritakan Sejarah Lempongsari Lewat 40 Lukisan

Makna lebih lanjut lukisan Cendala pada Metamorfosart 5

Berkisah tentang sang penari yang terkadang tidak disiplin dan kehilangan semangat dalam menjalankan aktivitasnya, Abel menggambarkan sosok Cendala yang kemudian dengan mudah mengendalikan sang penari.

“Menggunakan background warna hitam, tapi ada sedikit samar-samar warna cerah, itu artinya aura penari balet tertutup oleh Cendala,” lanjutnya.

Namun, selain sifat buruk Cendala yang menguasai sang penari balet, Abel ternyata ingin menyampaikan pesan tersirat dari lukisannya.

“Kalau orang-orang melihat pasti mikirnya ini orang yang diatur, tapi sebenernya aku menceritakan karakter satu orang, yang aku nggak suka,” ungkapnya.

Menurutnya, terkadang orang yang kita benci secara tidak langung masih tetap memberikan manfaat. Seperti halnya penari balet tersebut, yang tak lain mampu menampilkan tarian balet yang indah berkat Cendala.