Ekbis

PDAM Semarang Gelar Operasi Ketupat, Bakal Tagih 14.000 Pelanggan Menunggak

×

PDAM Semarang Gelar Operasi Ketupat, Bakal Tagih 14.000 Pelanggan Menunggak

Sebarkan artikel ini
PDAM Semarang Gelar Operasi Ketupat, Bakal Tagih 14.000 Pelanggan Menunggak
PDAM Tirta Moedal Semarang akan melakukan Operasi Ketupat menertibkan puluhan ribu pelanggan menunggak. (Ellya/beritajateng.tv)

Mas Wawan menjelaskan bahwa tagihan yang harus mereka bayarkan pelanggan mencakup seluruh rekening air yang tertunggak serta denda keterlambatan yang terhitung setiap bulan.

Ia mengakui bahwa sebagian pelanggan mungkin lupa atau sengaja menunda pembayaran hingga beberapa bulan. Namun ia menegaskan bahwa kedisiplinan pelanggan sangat penting untuk menjaga keberlanjutan layanan air bersih di Kota Semarang.

“Ketertiban pelanggan dalam membayar tagihan sangat kami harapkan. Dukungan finansial dari pelanggan ini penting untuk operasional pelayanan air bersih bagi masyarakat,” ujarnya.

Pelayanan Selama Idul Fitri Tetap Berjalan

Selain melakukan penertiban tagihan, PDAM Tirta Moedal juga memastikan pasokan air bersih tetap aman selama masa libur Lebaran. Perusahaan telah menyiapkan sistem layanan siaga agar distribusi air tetap berjalan tanpa gangguan.

Menurut dia, PDAM akan menugaskan petugas piket khusus selama libur Lebaran yang bekerja dalam tiga shift untuk memastikan pelayanan tetap berlangsung selama 24 jam.

“Kami menyiapkan petugas piket Lebaran yang bekerja dalam tiga shift agar layanan air bersih tetap berjalan nonstop selama masa liburan,” katanya.

Ia juga mengimbau warga yang berencana mudik untuk memastikan kondisi instalasi air di rumah sebelum ditinggalkan. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah mematikan seluruh keran air.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah pemborosan air serta menghindari potensi kebocoran selama rumah ditinggal dalam waktu lama.

“Bagi warga yang mudik, jangan lupa mematikan keran air sebelum meninggalkan rumah agar tidak terjadi kebocoran atau pemakaian yang tidak terkontrol,” pungkasnya. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp