Ekbis

PDAM Semarang Gelar Operasi Ketupat, Bakal Tagih 14.000 Pelanggan Menunggak

×

PDAM Semarang Gelar Operasi Ketupat, Bakal Tagih 14.000 Pelanggan Menunggak

Sebarkan artikel ini
PDAM Semarang Gelar Operasi Ketupat, Bakal Tagih 14.000 Pelanggan Menunggak
PDAM Tirta Moedal Semarang akan melakukan Operasi Ketupat menertibkan puluhan ribu pelanggan menunggak. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang mencatat tunggakan pembayaran pelanggan mencapai sekitar Rp3 miliar.

Tunggakan tersebut berasal dari sekitar 14 ribu sambungan rumah atau sekitar tujuh persen dari total pelanggan yang belum melunasi tagihan air mereka.

Direktur PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Ady Setiawan, mengatakan sebagian besar tunggakan berasal dari pelanggan rumah tangga. Bahkan, beberapa pelanggan tercatat menunggak pembayaran hingga tujuh bulan.

“Sebagian besar yang menunggak adalah pelanggan rumah tangga. Banyak yang menunda pembayaran sampai beberapa bulan. Bahkan ada yang sampai tujuh bulan,” kata Mas Wawan, sapaan akrabnya, Senin, 9 Maret 2026.

BACA JUGA: PDAM Tirta Moedal Buka Ruang Dialog Publik Lewat Panggung Aspirasi di Semarang

Menurutnya, wilayah Semarang Utara dan Semarang Timur menjadi daerah dengan jumlah tunggakan tertinggi.

Kondisi ini mendorong PDAM melakukan langkah penertiban agar pelanggan kembali disiplin dalam memenuhi kewajiban pembayaran tagihan air.

Untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, PDAM Tirta Moedal menggelar program penertiban pelanggan menunggak yang di sebut operasi ketupat.

Kegiatan ini menyasar sekitar 14 ribu pelanggan yang tercatat masih menunggak pembayaran.

Operasi penertiban tersebut rencananya akan terlaksana selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, 9-13 Maret 2026.

Petugas akan mendatangi langsung rumah pelanggan untuk mengingatkan sekaligus meminta pembayaran tagihan yang tertunda.

“Semangatnya menyambut Idulfitri dengan lahir dan batin yang bersih. Kami berharap pelanggan juga menuntaskan kewajibannya agar bisa beribadah dan mudik dengan tenang,” ujar Mas Wawan.

Dalam kegiatan ini, PDAM memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk segera melunasi tagihan saat petugas datang ke rumah. Namun jika pelanggan tetap tidak melakukan pembayaran hingga batas waktu yang di tentukan, perusahaan akan mengambil tindakan tegas.

“Kalau hari ini sudah kami kunjungi dan sampai sore belum ada pembayaran, petugas akan melakukan pemutusan sambungan air di tempat,” tegasnya.

Mas Wawan menjelaskan bahwa tagihan yang harus mereka bayarkan pelanggan mencakup seluruh rekening air yang tertunggak serta denda keterlambatan yang terhitung setiap bulan.

Ia mengakui bahwa sebagian pelanggan mungkin lupa atau sengaja menunda pembayaran hingga beberapa bulan. Namun ia menegaskan bahwa kedisiplinan pelanggan sangat penting untuk menjaga keberlanjutan layanan air bersih di Kota Semarang.

“Ketertiban pelanggan dalam membayar tagihan sangat kami harapkan. Dukungan finansial dari pelanggan ini penting untuk operasional pelayanan air bersih bagi masyarakat,” ujarnya.

Pelayanan Selama Idul Fitri Tetap Berjalan

Selain melakukan penertiban tagihan, PDAM Tirta Moedal juga memastikan pasokan air bersih tetap aman selama masa libur Lebaran. Perusahaan telah menyiapkan sistem layanan siaga agar distribusi air tetap berjalan tanpa gangguan.

Menurut dia, PDAM akan menugaskan petugas piket khusus selama libur Lebaran yang bekerja dalam tiga shift untuk memastikan pelayanan tetap berlangsung selama 24 jam.

“Kami menyiapkan petugas piket Lebaran yang bekerja dalam tiga shift agar layanan air bersih tetap berjalan nonstop selama masa liburan,” katanya.

Ia juga mengimbau warga yang berencana mudik untuk memastikan kondisi instalasi air di rumah sebelum ditinggalkan. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah mematikan seluruh keran air.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah pemborosan air serta menghindari potensi kebocoran selama rumah ditinggal dalam waktu lama.

“Bagi warga yang mudik, jangan lupa mematikan keran air sebelum meninggalkan rumah agar tidak terjadi kebocoran atau pemakaian yang tidak terkontrol,” pungkasnya. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp