Jateng

PDAM Semarang Sebut Suplai Air Gratis Untuk Damkar Saat Kebakaran

×

PDAM Semarang Sebut Suplai Air Gratis Untuk Damkar Saat Kebakaran

Sebarkan artikel ini
PDAM Semarang Sebut Suplai Air Gratis Untuk Damkar Saat Kebakaran
Plt Direktur Teknik PDAM Tirta Moedal Semarang, Hariadi ST. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang menegaskan komitmennya mendukung tugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) lewat penyediaan suplai air ketika terjadi kebakaran di Ibu Kota Jawa Tengah.

Plt Direktur Teknik PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Hariadi ST mengatakan bahwa PDAM selama ini selalu siaga membantu Damkar ketika terjadi peristiwa kebakaran.

“Sejak dulu sampai sekarang kami berkomitmen penuh mendukung tugas Damkar. Saat terjadi kebakaran, kami langsung mengirim mobil tangki air ke lokasi kejadian untuk membantu proses pemadaman,” ujar Hariadi.

Selain mengerahkan armada tangki, PDAM juga memberikan akses pengambilan air bagi armada Damkar di sejumlah terminal air milik PDAM.

Terminal tersebut tersebar di beberapa wilayah Kota Semarang, seperti Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudu di wilayah timur, Reservoir Manyaran di wilayah barat, serta IPA Kelud di pusat kota.

BACA JUGA: Hidran Damkar di Majapahit Tercor Proyek Jalan, PDAM Semarang Gerak Cepat Reposisi

“Damkar diperkenankan mengambil air di terminal-terminal air kami. Ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dan seluruh biayanya kami tanggung melalui anggaran Corporate Social Responsibility. Jadi pengambilan air tersebut gratis,” jelasnya.

Hariadi menambahkan, keberadaan hidran memang menjadi solusi paling efektif dalam penanganan kebakaran karena dapat di akses dengan cepat.

Namun, PDAM tetap menyiagakan mobil tangki sebagai langkah antisipasi apabila hidran tidak tersedia atau tekanan air belum optimal.

“Kalau ada hidran terdekat tentu lebih cepat dan efektif. Tapi kami tetap mengandalkan mobil tangki untuk memastikan suplai air selalu tersedia saat butuh,” katanya.

Ke depan, PDAM Tirta Moedal berencana memperkuat sinergi lintas sektor dengan menginisiasi rapat koordinasi bersama seluruh organisasi perangkat daerah terkait.

Rapat tersebut akan membahas evaluasi dan kemungkinan penambahan titik hidran baru di Kota Semarang pada 2026.

“Kami akan mengundang semua OPD terkait. Apakah nanti diperlukan penambahan titik hidran baru akan kami bahas bersama. Tentu realisasinya membutuhkan dukungan lintas sektor dan pembahasan anggaran yang matang,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan hidran merupakan tanggung jawab bersama. PDAM bertanggung jawab pada jaringan dan suplai air, Damkar pada pengoperasian, sementara aset hidran berada di bawah kewenangan dinas teknis seperti pekerjaan umum atau perumahan dan permukiman.

“Karena sifatnya kolektif, kami berharap rapat evaluasi ini bisa menjadi titik temu agar ke depan pengelolaan hidran lebih terintegrasi,” tambahnya.

Dana CSR PDAM

Sementara itu, Humas PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Charisma Mayang Sari, menegaskan bahwa selama ini bantuan air untuk Damkar sepenuhnya menggunakan dana CSR. Suplai air tidak dibebankan sebagai biaya layanan.

“Air yang Damkar gunakan, baik melalui mobil tangki, hidran, maupun pengambilan di terminal air, semuanya menggunakan dana CSR PDAM. Tujuannya agar manfaatnya kembali ke masyarakat,” kata dia.

Ia menjelaskan, administrasi pencatatan pengambilan air tetap dilakukan sebagai bagian dari tata kelola, namun bukan dalam bentuk penagihan komersial.

“Kadang muncul pertanyaan soal pembayaran. Nah itu mungkin diperjelas lagi, apakah itu membayar untuk apa gitu ya. Apakah untuk tagihan kantor, atau untuk sambung baru, atau lainnya. Kalau untuk air dari Terminal Air PDAM untuk kebakaran, selama ini menggunakan dana CSR dan itu gratis. Kalau ada administrasi, itu hanya pencatatan internal, bukan penarikan biaya,” ujarnya.

Mayang menambahkan, kolaborasi PDAM dan Damkar selama ini berjalan nyata di lapangan. Bahkan pada momen libur panjang seperti Lebaran, PDAM tetap menyiagakan petugas dan fasilitas untuk mendukung pemadaman kebakaran.

“Kapan pun Damkar membutuhkan, kami siap. Sistemnya sudah berjalan, tinggal koordinasi dan pengambilan di titik terdekat,” pungkasnya. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan lainnya lewat WhatsApp Channel beritajateng.tv dengan klik tombol berikut:
Gabung ke Saluran