Sementara Kepala Dispermades Kabupaten Semarang, Moh Edy Sukarno mengatakan hal yang senada. Menurutnya dalam konteks pemberdayaan, maka harus tahu potensi desa. “Ini terkait membuat yang belum ada menjadi ada, dari ada menjadi berhasil. Pemberdayaan yang tidak memanfaatkan potensi maka tidak akan berjalan,” paparnya.
Selain itu, menurut Edy, pemanfaatan internet adalah salah satu kunci utama demi mempromosikan potensi desa saat ini. Dia mengusulkan alokasi dana desa dimanfaatkan untuk pelatihan digital marketing.
“Masalahnya adalah masyarakat kita menggunakan internet kebanyakan bukan untuk hal-hal positif. Maka dari itu mari kita manfaatkan internet sebagai upaya untuk meningkatkan pemasaran online atau digital marketing supaya desa-desa yang sudah tersalurkan dana desa kesejahteraan masyarakatnya bisa meningkat,” paparnya. (adv)
editor: ricky fitriyanto





