SEMARANG, beritajateng.tv – Badan Kepegawaian Negara RI (BKN) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menargetkan seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah menerapkan Manajemen Talenta ASN pada 2025. Skema ini ditegaskan untuk mengakhiri praktik pengangkatan pejabat berdasarkan faktor suka atau tidak suka, balas budi, maupun kepentingan pribadi.
Kepala BKN RI, Zudan Arif Fakrulloh, menyatakan komitmen tersebut tersepakati bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi serta para bupati dan wali kota se-Jawa Tengah dalam agenda kesepakatan Manajemen Talenta di Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Kamis, 8 Januari 2026.
BACA JUGA: Songsong Pemilu 2029, PPP Kabupaten Semarang Berharap Partai Segera Konsolidasi Hingga Daerah
“Target tahun ini 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah semuanya sudah bisa menerapkan Manajemen Talenta. Kalau ini terwujud, pengangkatan pejabat akan lebih efektif dan efisien, kinerja menjadi tolok ukur, dan objektivitas serta transparansi menjadi kekuatan baru dalam membangun SDM ASN,” ujar Zudan.
Menurutnya, percepatan penerapan Manajemen Talenta penting untuk mendukung pencapaian visi-misi kepala daerah sekaligus Asta Cita Presiden.
“Kalau visi-misi gubernur, bupati, wali kota terwujud dengan cepat, Asta Cita Bapak Presiden juga akan terwujud lebih cepat. Instrumennya adalah Manajemen Talenta dan meritokrasi,” tegasnya.
Manajemen Talenta Jadi Instrumen Akhiri “Like-Dislike” Penempatan ASN
Zudan menjelaskan, Manajemen Talenta merupakan instrumen untuk memilih pejabat secara objektif berdasarkan kinerja dan kompetensi, bukan kedekatan personal.
“Ini untuk memilih kepala dinas, kepala bagian secara objektif. Tidak ada lagi suka tidak suka, balas budi, balas jasa, balas dendam. Semua diukur dari kinerja dan kompetensi,” katanya.
Ia menyebut, penerapan Manajemen Talenta di tingkat nasional terus meningkat. Pada 2024, baru 42 instansi yang menerapkan skema ini. Kini jumlahnya telah melonjak menjadi sekitar 150 instansi.
BACA JUGA: Ini Layanan Favorit Pemudik Saat Nataru di Rest Area Jalur Jateng – DIY
“Naiknya sudah lebih dari 200 persen. Target nasional tahun ini separuh dari 643 instansi sudah menerapkan Manajemen Talenta,” ujar Zudan.





