Semarang, 10/2 (BeritaJateng.tv) – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menggelar rapat koordinasi penanganan pedagang kobran kebakaran relokasi pasar Johar MAJT di Balaikota Semarang, Kamis (10/2).
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan koordinator pertokoan Pasar Johar relokasi MAJT, Simon, menegaskan jika ada 393 pedagang yang menjadi korban kebakaran, yang kemudian dirinya meminta adanya perhatian khusus dari Wali Kota Seamrang yang akrab disapa Hendi tersebut.
“Dari 393 pedagang yang menjadi korban, 263 pedagang sudah punya ijin untuk bisa segera menempati Pasar Johar, 130 pedagang belum, dan akan direlokasi di sekitar Pasar Kanjengan ke sebanyak 130 lapak, dengan masing-masing lapak luasnya 1.5 x 2 meter persegi. Untuk beban pedagang sebanyak 393 ini kami mohon pak wali bisa membantu pedagang,” tutur Simon.
Menanggapi apa yang telah disampaikan Simon selaku perwakilan pedagang, Hendi pun meyakinkan Pemerintah Kota Semarang akan berkomitmen untuk memberi perhatian pada pedagang yang menjadi korban kebakaran.
Salah satunya terkait tempat relokasi untuk 130 pedagang yang belum dapat segera menempati Pasar Johar. Pasalnya, pedagang yang terkena musibah kebakaran itu sebagian besar merupakan pedagang Dasaran Terbuka (DT), yang masih harus menunggu renovasi Shopping Center Johar (SCJ).
“Jadi maksimal 1 Maret sudah bisa masuk. tanggal 1 Maret sebanyak 130 pedagang yang belum dapat undian tadi ada di lapak sementara,” ungkap Wali Kota Semarang tersebut. “Karena meruapakan kejadian insidental, maka pembangunan tempat relokasi akan menggunakan Biaya Tidak Terduga (BTT) yang ada di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang,” lanjut Hendi.
Di sisi lain, Hendi juga menekankan terus mengawal proses bantuan yang akan diberikan kepada para pedagang korban kebakaran pasar relokasi Johar di MAJT. Sehingga dalam kesempatan rapat koordinasi tersebut dirinya sekaligus memastikan adanya bantuan yang akan segera diberikan kepada pedagang.





