Bambang mencontohkan, di Kabupaten Semarang, para pemuda juga perlu disiapkan agar ikut berperan dalam pembangunan di desanya. Sebab, ke depan, kucuran dana desa yang semula banyak dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur, semestinya diperuntukkan bagi pemberdayaan masyarakat, khususnya para pemuda.
Para pemuda, lanjutnya, dapat mengambil sejumlah peran dalam pembangunan pedesaan. Diantaranya dengan menyampaikan aspirasi, keluhan, serta keinginan masyarakat kepada para pengampu kebijakan. Selain itu bisa juga menjadi leader atau pemimpin di desa.
“Pemuda perlu berkomunikasi dengan sektor pemerintah misalnya camat, lurah kemudian berorganisasi masuk ke karang taruna, dan kegiatan peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia). Pemberdayaan SDM itu misalnya menggunakan teknologi guna mempromosikan desa wisata,” tandasnya. (adv)
editor: ricky fitriyanto





