Pariwisata

Penulis Prancis Louis Dalembert Susuri Kampung Berburu Cerita Seputar Semarang

×

Penulis Prancis Louis Dalembert Susuri Kampung Berburu Cerita Seputar Semarang

Sebarkan artikel ini
Penulis Prancis Louis Dalembert Susuri Kampung Berburu Cerita Seputar Semarang
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti bersama dengan Penulis Prancis Louis Dalembert di Balai Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Penulis asal Prancis Louis Philippe Dalembert memulai petualangannya menggali berbagai cerita untuk menjadi karya dan cerita Kota Semarang.

Penulis kelahiran Haiti tersebut akan menetap selama tiga bulan di Kota Lumpia setelah terpilih dalam program residensi penulis hasil kerja sama Pemkot Semarang dan pemerintah Prancis.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyambut kedatangan Louis Philippe yang terkenal menguasai berbagai bahasa. Selain bahasa Prancis dan Inggris, dia juga menguasai bahasa Spanyol dan Italia.

“Kami kedatangan penulis yang memiliki kemampuan untuk menulis dan menggunakan banyak bahasa. Selain Inggris dan Prancis, juga berbahasa Spanyol dan Italia. Kita berharap nanti tiga bulan berada di Kota Semarang, dia akan mampu berbahasa Indonesia,” ucap Agustina kepada wartawan di Balai Kota Semarang.

Agustina mengatakan program residensi tersebut mengedepankan prinsip kesalingan antara Semarang dan Prancis.

Semarang tidak hanya membuka diri sebagai ruang inspirasi bagi penulis Prancis, tetapi juga akan mengirimkan penulis dari Kota Semarang untuk berkarya di Prancis.

Pemkot Semarang akan melakukan proses seleksi untuk menentukan satu penulis yang dikirim mengikuti program residensi di Prancis.

Agustina mengatakan penulis terpilih tersebut akan menjalani program serupa selama tiga bulan pada 2027 mendatang.

Louis Buru Cerita Warga Semarang
Di hadapan Louis, Agustina menuturkan bahwa Kota Semarang memiliki kekayaan cerita karena sejak lama tumbuh dari perjumpaan berbagai budaya.

Jawa, Melayu, Arab, Tionghoa, hingga warga Eropa pernah hidup berdampingan dan meninggalkan jejak melalui kawasan, bangunan, kuliner, serta tradisi di masyarakat.

Oleh karena itu, Agustina meminta Louis tidak sekadar melihat Semarang dari tempat tinggal selama menjalani residensi. Dia mendorong penulis tersebut turun langsung menemui warga dan menggali cerita dari berbagai sudut kota.

“Selama berada di sini, jangan hanya melihat Kota Semarang melalui jendela. Melangkahlah lebih jauh ke sudut-sudut kampung kami. Temui orang-orangnya dan dengarkan percakapannya,” papar Agustina.

Louis juga diminta berinteraksi dengan para penulis, komunitas, pegiat, mahasiswa, pelajar, hingga anak-anak.