“Penurunan permintaan banyak, selain karena ikan channa ya salah satunya karena banyak usaha baru. Waktu covid banyak yang kena PHK dan akhirnya buka usaha aquascape juga,” tuturnya.
Meski mengalami penurunan omset, Anton tak mempermasalahkan hal tersebut. Yang terpenting baginya adalah tren aquatico di Semarang dapat bertahan lama. Dirinya bahkan beberapa kali berbagi pengalaman bersama komunitas aquascape pemula di Semarang (*).
Editor: Andi Naga Wulan.





