SEMARANG, beritajateng.tv – Warga Jalan Kendalisodo, lingkungan Dusun Krajan, Desa Jetis, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang gempar.
Seekor ular piton sepanjang 2 meter lebih kedapatan berada di antara tumpukan asbes bekas pada Minggu, 4 Januari 2026 sore.
Tumpukan asbes bekas tersebut berada di area pekarangan kosong yang telah ditumbuhi semak belukar di belakang Rumah Makan (RM) Fajar Minang.
Keberadaan ular ini awalnya diketahui warga setempat yang kebetulan hendak membersihkan semak belukar yang sudah mulai rimbun tersebut.
“Saat akan memindahkan tumpukan asbes, ternyata ada ular piton berukuran besar,” kata Jumari (52), salah satu warga yang berada di sekitar lokasi.
BACA JUGA: Ular Piton 3 Meter Nongol di Bak Mandi Warga Semarang, Damkar Berhasil Evakuasi
Lantaran keberadaan ular piton ini menimbulkan keresahan, akhirnya warga menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk mengevakuasi.
“Warga khawatir karena ukuran reptil ini sudah lumayan besar. Kalau tidak segera disingkirkan akan sangat membahayakan,” tambahnya.
Terpisah, Kasi Damkar Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Hisyam Alwi, yang beritajateng.tv konfirmasi membenarkan proses evakuasi ular piton itu.
Setelah memperoleh laporan dari warga, petugas dari Pos Damkar Ambarawa segera menuju lokasi tempat ular piton tersebut berada.

Proses Evakuasi Ular Piton oleh Petugas Damkar Ambarawa
Petugas Damkar memulai proses evakuasi pada Minggu sore pukul 16.00 WIB hingga ular yang bersembunyi di antara tumpukan asbes tertangkap.
“Proses evakuasi ular piton dari lokasi berjalan lancar dan aman,” jelas Hisyam saat beritajateng.tv hubungi melalui sambungan telepon, Senin, 5 Januari 2026.
Berdasarkan asesmen petugas damkar di lokasi, sejauh ini belum ada warga yang mengaku atau melapor kehilangan hewan ternak maupun piaraan yang hilang.
“Kemungkinan ular tersebut memang mencari tempat persembunyian atau sarang yang nyaman, terlebih dalam kondisi cuaca seperti sekarang ini,” ungkapnya.
BACA JUGA: Petugas Damkar Blora Evakuasi Dua Ular Sanca yang Meresahkan Warga
Setelah terevakuasi, ular itu lantas petugas serahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk penanganan lebih lanjut.
Kepada masyarakat, Hisyam mengimbau agar membersihkan lingkungan, terutama area rawan seperti pekarangan dengan semak yang lebat.
“Terlebih jika di pekarangan kosong tersebut juga ada tumpukan batu, kayu atau barang lain yang bisa menjadi tempat berasarang ular,” tegasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi













