Mereka adalah Kepala LKPP dan Mantan Walikota Semarang Hendrar Prihadi serta mantan Ketua DPRD Jawa Tengah Rukma Setyabudi.
Selain itu, ada 3 nama yang mendaftar sebagai Bakal Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah. Yaitu mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko, Bupati Klaten Sri Mulyani, dan Anggota DPR RI Riyanta.
Namun dari kelima pendaftar tersebut, tampaknya belum menggencarkan sosialisasi yang masif untuk meningkatkan popularitas maupun elektabilitas. Belum turunnya rekomendasi PDIP untuk Pilgub Jawa Tengah bisa jadi menjadi pertimbangan yang membuat para kandidat masih wait and see.
BACA JUGA: Sama-sama Masuk Bursa Pilgub Jawa Tengah 2024, Ini Kata Hendi tentang Sosok Bambang Pacul
Lantas bagaimana dengan Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul? Hingga saat ini, Sang Komandan Korea tak mendaftar dalam penjaringan PDIP. Dalam berbagai kesempatan, Ketua Komisi III DPR RI ini selalu menyebut ia menempuh jalan ksatria sebagai prajurit partai. Bagi Bambang Pacul, menjadi Gubernur merupakan jalan Raja. Namun sebagai ksatria, ia juga menegaskan akan siap menjalankan perintah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Nama Bambang Pacul menjadi salah satu yang banyak kader PDIP sebut. Sejumlah DPC PDIP di Jawa Tengah bahkan sudah deklarasi mendukungnya untuk maju Pilgub.
Menanti siapa jagoan yang akan PDIP usung dalam Pilgub Jawa Tengah tentu menarik. Jawa Tengah selama ini lekat dengan sebutan kandang banteng. Sejak era reformasi, Calon Gubernur yang PDIP usung selalu menang di Jawa Tengah. Mulai dari Mardiyanto, Bibit Waluyo, hingga Ganjar Pranowo.
PDIP pastikan bakal berkoalisi meski bisa usung paslon sendiri
Belum turunnya rekomendasi PDIP bisa jadi membuat kontestasi Pilgub Jawa Tengah masih adem-adem saja. Saling tunggu dan saling intip antar kekuatan politik masih terjadi.


