Nama kedua adalah Bupati Kendal Dico Ganinduto yang mengaku mendapat perintah dari Partai Golkar untuk maju. Baliho dan MMT Dico juga sudah terpasang dimana-mana.
BACA JUGA: Mas Dar Kerap Dicap Pendatang Baru di Pilgub, Gerindra Jawa Tengah: Elektabilitas Selalu Tiga Besar
Nama lain yang juga aktif bersosialisasi adalah Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi. Jenderal bintang dua tersebut memang saat ini masih berstatus polisi aktif. Dalam beberapa wawancara ia mengatakan saat ini hanya fokus pada kedinasan dan belum memikirkan soal politik. Ia bahkan mengaku bercita-cita menjadi Lurah Baki, Sukoharjo setelah purna tugas.
Namun masifnya baliho dan media luar ruang bergambar fotonya yang kini berpakaian sipil tentu mengindikasikan ada kerja-kerja politik dari tim maupun relawan.
Presiden Amerika Serikat ke 32, Franklin D Roosevelt mengatakan “Dalam politik, tidak ada yang terjadi secara kebetulan. Jika itu terjadi, anda dapat bertaruh hal itu pasti direncanakan”.
Belakangan baliho yang terpasang menyandingkan Ahmad Luthfi dengan Taj Yasin Maimoen, mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah. Gus Yasin merupakan tokoh dengan elektabilitas cukup tinggi. Putra ulama karismatik almarhum KH Maimoen Zubeir tersebut baru saja meraih 3,8 juta suara. Menempatkannya sebagai peraih suara tertinggi Calon DPD RI asal Jawa Tengah.
BACA JUGA: Tanggapi Isu Jokowi Sokong Ahmad Luthfi di Pilgub Jawa Tengah 2024, Ini Kata Ketua DPP PDIP
Baliho bergambar Ahmad Luthfi-Taj Yasin tentu membuat publik bertanya-tanya. Benarkah dua tokoh tersebut sudah menjadi pasangan calon? Faktanya, hingga saat ini belum ada satupun partai maupun koalisi partai yang memastikan rekomendasi pasangan untuk Pilgub Jawa Tengah.
Luthfi belakangan juga rajin bersilaturahmi ke sejumlah ulama Jawa Tengah.


