Menurutnya, sebagai daerah yang rawan banjir, tanah longsor, hingga bencana hidrometeorologi lainnya, Jawa Tengah membutuhkan PMI yang mampu bergerak cepat dalam setiap kondisi darurat.
“PMI adalah backbone kegiatan kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Dengan pengurus baru ini diharapkan menjadi quick response dalam penanganan cepat,” ujar Luthfi.
BACA JUGA: Sebut Jateng “Minimarket”; Bencana, Gubernur Luthfi Dorong Respons Cepat PMI
Ia juga mengungkapkan bahwa selama musim kemarau, PMI bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyalurkan hampir 2,5 juta liter air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan.
Selain distribusi air bersih, Luthfi berharap PMI terus memperkuat perannya dalam penanganan awal bencana, pelayanan kemanusiaan, dapur umum, hingga bantuan saat terjadi kecelakaan dan kondisi darurat lainnya.
“Penanganan awal terkait bencana itu PMI harus aktif. Tidak hanya masalah donor darah, tetapi juga penanganan dapur umum, kemanusiaan, dan penanganan awal ketika masyarakat mengalami musibah,” pungkasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





