SEMARANG, beritajateng.tv – Polda Jawa Tengah menyiapkan layanan travel assistant bernama SiPolan untuk membantu pemudik selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Layanan tersebut berupa chatbot yang dapat memberikan panduan perjalanan secara langsung kepada masyarakat yang melintasi wilayah Jawa Tengah.
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, mengatakan layanan tersebut merupakan bagian dari sistem Travel Assistant Corridor (TAC) untuk memantau arus mudik sekaligus memberikan informasi kepada pemudik secara real time.
“Kami sudah menyiapkan travel assistant corridor system yang akan memandu seluruh pemudik untuk menempuh perjalanan secara lebih aman, nyaman dan memastikan sampai ke tujuan dengan selamat,” ujar Ribut Hari Wibowo dalam konferensi pers usai apel kesiapan Operasi Ketupat 2026 di Mapolda Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis, 12 Maret 2026 sore.
BACA JUGA: Polda Jateng Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Terjadi Dua Kali: 14-15 dan 18-19 Maret
Melalui layanan tersebut, kata Ribut, pemudik dapat mengakses chatbot yang telah Polda Jawa Tengah siapkan dan berkomunikasi langsung dengan petugas yang bertugas di sepanjang jalur mudik di wilayah tersebut.
“Di travel assistant corridor ini nanti akan termonitor para pemudik. Masyarakat bisa masuk ke chatbot yang sudah kami siapkan dan langsung berkomunikasi dengan petugas yang tersebar dari ujung ke ujung di sepanjang wilayah Jawa Tengah,” jelasnya.
Informasi Realtime dari SiPolan
Menurutnya, sistem tersebut juga akan memberikan informasi secara langsung terkait kondisi lalu lintas maupun kendala perjalanan yang mungkin terjadi di lapangan.
“Juga akan memberikan informasi secara real time, memberikan saran apabila ada hambatan di jalan, ada kemacetan, mungkin mau menempuh jalur alternatif yang mana bisa petugas lapangan pandu dan berikan arahan,” kata dia.
Ia menambahkan, masyarakat dapat mengakses layanan tersebut dengan memindai barcode SiPolan yang telah Polda Jawa Tengah sediakan.
“Silakan nanti bagi para pemudik masyarakat bisa scan barcode SiPolan yang akan memberikan guidance, akan memandu masyarakat untuk lebih nyaman, aman sampai ke tempat tujuan,” ujarnya.
45 Posko Mudik di Jalur Pantura, Tengah, dan Selatan
Selain menyiapkan layanan digital, Polda Jawa Tengah juga mendirikan puluhan posko mudik di berbagai jalur utama di provinsi tersebut. Ribut menyebut terdapat 45 posko yang pihaknya siapkan untuk membantu pemudik selama periode arus mudik dan balik Lebaran.
“Kami sudah Sukun bantu untuk membuat 45 posko mudik sepanjang jalur baik jalur Pantura, jalur Tengah, jalur Selatan,” jelasnya.
BACA JUGA: Polda Jateng Geledah Kantor Pusat Koperasi BLN di Salatiga, Amankan Sejumlah Dokumen Penting
Pada posko tersebut ada berbagai instansi yang terlibat dalam pengamanan mudik Lebaran.
“Posko ini kita manfaatkan bersama-sama, kami isi dengan rekan-rekan dari instansi terkait, dari TNI, dari Dinas Perhubungan, dari Basarnas, dari Jasa Raharja, dari BPBD, dari Linmas dan yang lain-lain,” ujarnya.
Program Valet and Ride Kembali Ada di Brebes
Polda Jawa Tengah juga kembali menyiapkan layanan valet and ride bagi pemudik sepeda motor. Khususnya yang melintas dari wilayah Jawa Barat menuju Jawa Tengah.
Program tersebut berada di wilayah Brebes untuk membantu pemudik yang mengalami kelelahan saat perjalanan.
“Kami menyiapkan valet and ride yang di Brebes yang siap mengangkut untuk ke Semarang. Motornya angkut dengan towing, penumpangnya menggunakan bus,” jelas Ribut.
Ia menyebut fasilitas tersebut disediakan untuk mengantisipasi titik kelelahan pemudik kendaraan roda dua yang biasanya terjadi di wilayah antara Cirebon dan Brebes.
“Kami membantu memberikan hospitality, kami akan angkut ke Semarang kendaraannya bersama-sama juga dengan penumpangnya naik bus,” terang Ribut.
Ribut mengaku layanan tersebut cukup masyarakat minati pada pelaksanaan mudik tahun sebelumnya. Sehingga pada tahun ini jumlah armada yang disiapkan ditambah.
“Tahun pertama kemarin cukup diminati masyarakat. Tahun ini kami tambah lagi armadanya. Sekali berangkat kami bisa 10 bus dan 10 towing,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





