Karena tidak memperoleh jawaban, petugas kemudian meletakkan sarapan di teras sebelah kanan tenda dan meninggalkan lokasi. Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 12.00 WIB, petugas kebersihan kembali mendatangi area glamping untuk melakukan pembersihan rutin.
Saat itu kondisi tenda masih sama. Tidak ada aktivitas yang terlihat dari dalam maupun luar tenda. “Petugas mendapati tenda camping milik korban masih tertutup dan tidak ada aktivitas,” jelas Zamrul.
Karena mengira para tamu masih beristirahat, petugas tidak menaruh kecurigaan terhadap kondisi tersebut.
Lewat Jam Check Out, Petugas Buka Tenda dan Temukan Empat Korban
Kecurigaan baru muncul ketika penghuni tenda tak kunjung terlihat hingga sore hari. Sekitar pukul 15.30 WIB, petugas kembali mendatangi Tenda Glamping Safari Nomor 3 karena waktu menginap korban telah melewati batas check out.
Petugas kemudian memanggil dari luar tenda untuk memastikan kondisi para tamu.
“Karena sudah melewati jam check out, saksi berkata, ‘Permisi, Pak, mohon maaf, izin bapak sudah melebihi jam checkout’, namun tidak ada respons,” tutur Zamrul.
Setelah beberapa kali memanggil tanpa jawaban, petugas akhirnya membuka resleting pintu tenda. Saat itu, petugas melihat keempat penghuni masih berada di dalam tenda dengan posisi seperti sedang tidur.
Namun ketika salah satu korban diperiksa lebih dekat, petugas mendapati kondisi yang berbeda. “Ketika dilakukan pengecekan pernapasan terhadap salah satu korban, ternyata korban sudah dalam keadaan kaku,” kata Zamrul.
Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada pengelola wisata. Sekitar pukul 16.00 WIB, pihak pengelola mendatangi lokasi sekaligus menghubungi kepolisian.
“Direksi Taman Wisata Alam Posong datang untuk mengecek kondisi korban, serta menelepon anggota Polsek Parakan dan memberitahukan bahwa ada empat orang meninggal dunia di dalam Tenda Glamping Safari Nomor 3,” pungkas Zamrul. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





