Hukum & Kriminal

Polisi Ungkap Sekeluarga di Glamping Temanggung Tewas Keracunan Karbon Monoksida, Hirup Gas di Ruang Tertutup

×

Polisi Ungkap Sekeluarga di Glamping Temanggung Tewas Keracunan Karbon Monoksida, Hirup Gas di Ruang Tertutup

Sebarkan artikel ini
Glamping Temanggung
Polda Jawa Tengah bersama Kapolres Temanggung, AKBP Zamrul Aini, saat menyampaikan hasil penyelidikan kasus kematian satu keluarga di Glamping Posong Temanggung dalam konferensi pers di Gedung Borobudur Mapolda Jawa Tengah, Kota Semarang, Senin, 15 Juni 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Misteri kematian satu keluarga yang ditemukan meninggal dunia di Tenda Glamping Safari Nomor 3 Taman Wisata Alam Posong, Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, akhirnya terungkap.

Setelah hampir tiga pekan melakukan penyelidikan, Polres Temanggung bersama Polda Jawa Tengah menyimpulkan empat korban meninggal akibat keracunan gas karbon monoksida di dalam tenda glamping.

Kapolres Temanggung AKBP Zamrul Aini mengatakan, kesimpulan tersebut merupakan hasil rangkaian penyelidikan yang melibatkan puluhan saksi, autopsi, pemeriksaan laboratorium forensik, hingga pra-rekonstruksi di lokasi kejadian.

“Telah terjadi kematian empat orang dengan identitas Muhammad Ali Munawar, Maghfiroh, Bagas Amar Hakiki, dan Alvino Evan Hakim yang merupakan satu keluarga di dalam satu tenda di objek wisata Posong,” ujar Zamrul dalam konferensi pers di Gedung Borobudur Mapolda Jawa Tengah, Kota Semarang, Senin, 15 Juni 2026.

BACA JUGA: Penyebab Kematian Keluarga di Glamping Temanggung Belum Terungkap, Polda Jateng: Butuh Waktu Dua Minggu

Keempat korban merupakan warga Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Polisi mencatat peristiwa tersebut pertama kali terungkap pada Rabu, 27 Mei 2026 sekitar pukul 15.45 WIB.

Dalam proses penyelidikan, polisi memeriksa total 27 saksi yang terdiri atas pengelola wisata, keluarga korban, warga sekitar, pengunjung lain, perangkat desa, ahli hingga anggota kepolisian yang pertama kali mendatangi lokasi.

Selain itu, polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), autopsi, pemeriksaan laboratorium kriminalistik, analisis telepon seluler korban, serta pra-rekonstruksi untuk memastikan penyebab kematian.

Berdasarkan seluruh rangkaian pemeriksaan tersebut, polisi menyimpulkan keempat korban meninggal akibat menghirup gas karbon monoksida di dalam ruang tertutup.

“Berdasarkan hasil penyelidikan, autopsi, pemeriksaan laboratorium forensik, pemeriksaan para ahli serta alat bukti lainnya, penyidik menyimpulkan bahwa korban meninggal akibat keracunan gas karbon monoksida,” terang Zamrul.

Tiba Malam Hari, Keluarga Bawa Kompor Portable ke Dalam Area Glamping

Zamrul menjelaskan, keluarga tersebut tiba di kawasan wisata Posong pada Selasa malam, 26 Mei 2026.

Sekitar pukul 21.02 WIB, petugas camping ground menerima informasi dari petugas loket bahwa terdapat empat tamu yang akan menuju lokasi glamping yang sebelumnya telah mereka pesan.

Tak lama kemudian, sekitar pukul 21.40 WIB, keempat korban tiba menggunakan mobil Honda Jazz RS warna putih dan memarkir kendaraan di area wisata.

Saat tiba di lokasi, Maghfiroh bersama Alvino Evan Hakim turun lebih dahulu menuju gerbang untuk menemui petugas. Sementara Muhammad Ali Munawar dan Bagas Amar Hakiki masih berada di area parkir untuk menurunkan barang bawaan.

“Korban M bersama A.E.H turun menemui petugas di gerbang Taman Wisata Alam Posong, sedangkan korban B.A.H dan M.A.M masih menurunkan barang-barang dari mobil yang dibawa,” ujar Zamrul.

BACA JUGA: Duga 2 Penyebab Kematian Keluarga di Posong Temanggung, Polisi Periksa Kompor Portable Korban

Dalam proses penyelidikan, polisi mencatat sejumlah barang yang korban bawa saat tiba di lokasi.

“Di antaranya kompor gas portabel, tas punggung dan barang-barang lainnya,” lanjutnya.

Sekitar pukul 22.30 WIB, petugas kemudian mengantar keluarga tersebut menuju Tenda Glamping Safari Nomor 3 yang telah mereka pesan sebelumnya.

Setelah memastikan para tamu menempati tenda, petugas kembali menuju area pelayanan. Tidak lama berselang, petugas kembali mendatangi glamping untuk mengantarkan fasilitas yang menjadi bagian dari layanan penginapan.

“Setelah itu saksi mengantarkan welcome drink, snack, water jug, dan tungku beserta briket atau arang,” kata Zamrul.

Tak Menyahut saat Petugas Antar Sarapan, Tenda Tetap Tertutup Hingga Siang Hari

Keesokan harinya, Rabu, 27 Mei 2026 sekitar pukul 09.00 WIB, dua petugas kembali mendatangi Tenda Glamping Safari Nomor 3 untuk mengantarkan sarapan.

Namun, saat tiba di lokasi kondisi tenda masih tertutup rapat. Petugas kemudian mencoba memanggil penghuni tenda untuk memberitahukan bahwa sarapan telah tiba.

“Petugas memanggil dengan mengucapkan, ‘Selamat pagi, mau mengantar breakfast’, namun tidak ada respons,” ungkap Zamrul.

BACA JUGA: Fakta-fakta Wisata Posong Temanggung, Lokasi Satu Keluarga Meninggal saat Menginap di Glamping

Karena tidak memperoleh jawaban, petugas kemudian meletakkan sarapan di teras sebelah kanan tenda dan meninggalkan lokasi. Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 12.00 WIB, petugas kebersihan kembali mendatangi area glamping untuk melakukan pembersihan rutin.

Saat itu kondisi tenda masih sama. Tidak ada aktivitas yang terlihat dari dalam maupun luar tenda. “Petugas mendapati tenda camping milik korban masih tertutup dan tidak ada aktivitas,” jelas Zamrul.

Karena mengira para tamu masih beristirahat, petugas tidak menaruh kecurigaan terhadap kondisi tersebut.

Lewat Jam Check Out, Petugas Buka Tenda dan Temukan Empat Korban

Kecurigaan baru muncul ketika penghuni tenda tak kunjung terlihat hingga sore hari. Sekitar pukul 15.30 WIB, petugas kembali mendatangi Tenda Glamping Safari Nomor 3 karena waktu menginap korban telah melewati batas check out.

Petugas kemudian memanggil dari luar tenda untuk memastikan kondisi para tamu.

“Karena sudah melewati jam check out, saksi berkata, ‘Permisi, Pak, mohon maaf, izin bapak sudah melebihi jam checkout’, namun tidak ada respons,” tutur Zamrul.

Setelah beberapa kali memanggil tanpa jawaban, petugas akhirnya membuka resleting pintu tenda. Saat itu, petugas melihat keempat penghuni masih berada di dalam tenda dengan posisi seperti sedang tidur.

Namun ketika salah satu korban diperiksa lebih dekat, petugas mendapati kondisi yang berbeda. “Ketika dilakukan pengecekan pernapasan terhadap salah satu korban, ternyata korban sudah dalam keadaan kaku,” kata Zamrul.

Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada pengelola wisata. Sekitar pukul 16.00 WIB, pihak pengelola mendatangi lokasi sekaligus menghubungi kepolisian.

“Direksi Taman Wisata Alam Posong datang untuk mengecek kondisi korban, serta menelepon anggota Polsek Parakan dan memberitahukan bahwa ada empat orang meninggal dunia di dalam Tenda Glamping Safari Nomor 3,” pungkas Zamrul. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp