SEMARANG, beritajateng.tv – Sisa 10 hari lagi, pendaftaran PPDB SMKN Jateng dan SMK Semi Boarding di Jawa Tengah akan ditutup.
Kepala SMKN Jateng di Semarang, Hardo Sujatmiko mengungkap sudah ada 2.700 pembuat akun yang mendaftar dari 777 kursi yang tersedia. Menurut Hardo, kebanyakan dari mereka mendaftar untuk SMKN Jateng.
Sementara itu, Hardo menuturkan peminat SMK Semi Boarding masih cukup sepi jelang hari penutupan pendaftaran.
“Minat warga untuk mendaftar ke SMKN Jateng di Semarang, Pati, dan Purbalingga itu cukup tinggi. Tapi untuk pendaftar SMKN Semi Boarding di 15 kabupaten masih minim, padahal fasilitas yang diperoleh hampir sama dan semuanya gratis,” ujar Hardo, Jum’at 22 Maret 2024.
Menurutnya, PPDB SMKN Jateng dan SMK Semi Boarding merupakan kesempatan baik untuk warga kurang mampu di Jawa Tengah dalam mengakses pendidikan. Sehingga, pihaknya berharap warga Jawa Tengah bisa memanfaatkan kesempatan ini.
“Ini kesempatan bagi warga Jawa Tengah yang kurang mampu untuk bisa mengikuti pembelajaran sebagai siswa semi boarding atau boarding. Dari makan, minum, seragam, dan lain-lain itu semuanya gratis,” tandas Hardo.
Pemilih SMKN Jateng Boarding
Lebih lanjut, Wakil Kepala SMKN Jateng Bidang Humas, Heri Purnomo membenarkan pembuat akun masih cenderung memilih SMKN Jateng boarding (asrama) yang berlokasi di Semarang, Pati, dan Purbalingga.
“Sebaran pemilih tak merata, lebih banyak peminat di SMKN yang boarding. Kalau pendaftar di semi boarding itu misal kuota ada 30, tapi pendaftarnya baru 40,20, atau baru 10 orang. (Khawatirnya) banyak siswa miskin tak diterima karena mendaftar SMKN Jateng boarding,” tuturnya.
BACA JUGA: HUT PWI ke-78: Deretan Pemenang Lomba Menulis Artikel Tingkat SMA/SMK Blora
Hery pun membeberkan alasan mengapa SMKN Jateng masih jadi pilihan. Alasannya, masih banyak warga yang belum memahami terkait SMKN Semi Boarding.
“Yang membedakan itu lingkungannya. Kalau full boarding (SMKN Jateng), seluruh siswanya dalam satu sekolah boarding semua. Kalau semi boarding, mereka diasramakan tetapi saat pembelajaran siswanya bergabung bersama siswa reguler di SMK tersebut,” paparnya.
Sehingga, Hery menegaskan SMKN Semi Boarding memiliki fasilitas yang sama persis dengan SMKN Jateng.
“Sama sama ada asrama gratis dan juga makan. Bedanya tidak dibangunkan bentuk fisik sekolah secara full, tapi dititipkan di sekolah reguler,” jelasnya.
Lokasi SMKN Jateng Boarding dan Semi Boarding
Hery menuturkan, SMKN Jateng Boarding dan Semi Boarding memiliki 777 kuota. Ada 120 kursi di Semarang, 48 kursi di Pati, 96 kursi di Purbalingga.
Adapun sisanya tersebar di 15 wilayah se-Jawa Tengah. Berikut sebarannya, SMKN 1 Demak, SMKN 2 Rembang, SMKN 1 Wirosari, SMKN 1 Jepon, SMKN 1 Tulung, SMKN 1 Kedawung, SMKN 2 Wonogiri, SMKN 1 Purworejo, SMKN 2 Wonosobo.
Kemudian, SMKN 1 Punggelan, SMKN 1 Alian, SMKN 2 Cilacap, SMKN 1 Kalibagor, SMKN 1 Tonjong dan SMK Negeri 1 Randudongkal.
Ia menerangkan, waktu pendaftaran di SMKN Jateng Boarding dan Semi Boarding hanya sampai tanggal 31 Maret 2024. Selanjutnya, akan ada proses seleksi.
Hery mengimbau, calon siswa yang sudah mendaftar dan membuat akun agar segera melengkapi berkas. Masa untuk unggah berkas hanya sampai tanggal 2 April 2024.
BACA JUGA: Siswa SMKN 10 Semarang Pamerkan Karya, dari Miniatur Kapal hingga Game Canggih
Untuk waktu, PPDB SMKN Jateng Boarding dan Semi Boarding mendahului pendaftaran SMK Reguler. Harapannya, mereka yang tidak masuk ke sekolah tersebut, bisa langsung masuk ke sekolah reguler.
“Silakan mendaftar untuk seleksi online lewat ppdb.smknjateng.sch.id, hari terakhir sampai 31 Maret 2024. Isiannya yang harus di upload banyak. Terutama statusnya dari keluarga tidak mampu dibuktikan dengan terdata di DTKS, penerima PKH, KPA, KIP atau jika tidak masuk di dalamnya bisa mengurus keterangan miskin dari pemerintah setempat,” pungkas Heri. (*)
Editor: Farah Nazila





