Jateng

Prabowo Targetkan Swasembada 2027, Pengusaha Jatim Dorong Penambahan Lahan Produksi Garam di Jateng

×

Prabowo Targetkan Swasembada 2027, Pengusaha Jatim Dorong Penambahan Lahan Produksi Garam di Jateng

Sebarkan artikel ini
Garam Jawa Tengah
CEO PT Susanti Megah, Hermawan Santoso, usai bertemu dengan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Kamis, 17 Juli 2025. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Industri pengolahan garam beryodium asal Surabaya, PT. Susanti Megah, mengungkap produksi garam di Jawa Tengah sangat potensial.

CEO PT Susanti Megah, Hermawan Santoso, menilai Jawa Tengah bisa menyokong arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk swasembada garam pada tahun 2027 mendatang.

“Jateng sebetulnya cukup bagus, pemerintah juga sudah bicara, Pak Luthfi mau support, cuma kita sendiri memikirkan, karena pemerintah pusat mengharapkan tahun 2027 itu Indonesia harus bisa swasembada garam, jadi tidak mengharapkan dari impor,” ungkap Hermawan usai bertemu dengan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Kamis, 17 Juli 2025.

Guna mendongkrak produksi garam di Jawa Tengah, Hermawan menyebut perlunya penambahan lahan atau ekstensifikasi. Untuk mewujudkan hal itu, kata dia, penting untuk swasta dan pemerintah bekerja sama.

BACA JUGA: Suplai Kebutuhan Industri, BUMD Pemprov Jateng Serap 30 Ribu Ton Garam Petambak Lokal

“Saya tadi katakan, penambahan kapasitas itu harus ada penambahan lahan, perluasan lahan, untuk bisa meningkatkan kapasitas produksi atau ekstensifikasi. Kalau tidak, 2027 kita tetap harus impor. Kita harus kerja samalah antara swasta dan pemerintah, kolaborasi supaya apa yang Pak Prabowo mau bisa tercapai,” sambung dia.

Tak hanya ekstensifikasi, Hermawan pun menyoroti kelayakan bagi petani garam.

“Tentunya harus kerja sama dengan petani ya, terutama meningkatkan kualitas dan persediaan volume garamnya,” pungkas Hermawan.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan ungkap produksi dan konsumsi garam di Jawa Tengah masih kecil

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah, Endi Faiz Effendi, menyoroti produksi garam di Jateng yang masih kecil.

Endi menyebut, petani garam di Jateng tersebar di Rembang, Pati, Demak, Grobogan, Brebes, Pantura, Cilacap, Kebumen, dan Purworejo.

BACA JUGA: Redam Curah Hujan, BMKG dan BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jateng, Sebar 30 Ton Garam

“Produksi kita 530 ribu ton, penghasil dari pabrik kita itu hanya 25 ribu ton,” ungkap Endi.