Politik

Presiden Segera Purna, Nusron Wahid Ungkap Peran Jokowi Selanjutnya, Bakal Cawe-cawe di Pilkada?

×

Presiden Segera Purna, Nusron Wahid Ungkap Peran Jokowi Selanjutnya, Bakal Cawe-cawe di Pilkada?

Sebarkan artikel ini
Peran Jokowi
Politikus Partai Golkar, Nusron Wahid, saat berbincang di podcast Total Politik, Selasa, 23 April 2024. (Foto: YouTube/Total Politik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Oktober mendatang bakal rampung masa jabatannya. Sebagian orang lantas beranya-tanya, Jokowi akan memainkan peran apa lagi.

Sementara itu, tak lama lagi akan ada hajatan politik yang tak kalah besar daripada Pilpres dan Pileg. Yakni, Pilkada serentak pada 27 November 2024.

Berbincang dalam podcast Total Politik, Politkus Partai Golkar, Nusron Wahid, menanggapi soal di mana dan seperti apa peran Jokowi di Pikada serentak nanti.

“Pak Jokowi pasti masih akan mengendalikan dan ikut sumbang saran,” ujar Nusron, Selasa, 23 April 2024.

Ia pun menjelaskan lebih lanjut maksud dari ‘Jokowi mengendalikan dan sumbang saran’ tersebut.

BACA JUGA: MK Putuskan Pencalonan Gibran Bukan Nepotisme dan Intervensi Jokowi

“Mengendalikan dan sumbang saran terhadap proses penentuan pasangan di daerah-daerah tertentu yang itu vital. Misalnya Jawa Tengah, Jakarta, Sumatera Utara Jawa Timur, Jawa Barat,” tuturnya.

“[Jokowi] masih akan [memiliki peran] usul secara tidak langsung. Baiknya Jawa Tengah si ini saja, Jawa Barat si ini saja, pasti akan masih usul itu,” lanjutnya.

Mengenai apakah hal itu berarti Jokowi cawe-cawe atau tidak, Nusron menganggapnya tidaklah demikian.

“Ya enggaklah, namanya usul kok,” timpalnya ringkas.

Lebih lanjut, ia mengungkap maksud ‘mengendalikan’ yang mengarah kepada para ketua umum partai politik.

BACA JUGA: Baliho Pilgub Sudaryono Bersama Jokowi Ramai di Semarang

“Mengendalikan bagaimana? Pengaruh beliau terhadap pimpinan partai kan masih kuat. Itu [maksudnya] mengendalikan,” terangnya.

Terkait apakah nantinya keinginan Jokowi bakal sejalan dengan keinginan Prabowo Subianto selaku presiden terpilih, Nusron menganggapnya masalah selera saja.

“Namanya manusia kadang-kadang ada tujuan sama, kadang-kadang selera berbeda. Tujuan sama tapi soal lewat jalan mana kadang-kadang itu masalah selera,” katanya,

“Ada yang senang lewat jalan tol, ada yang senangnya lewat Kemang, jalannya belok-belok. Ada yang lewat Sudirman karena pemandangannya cantik-cantik atau indah dan sebagainya. Tapi tujuannya sama, Istana Negara. Ini mungkin masalah selera pilihan jalannya,” tandasnya. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp