YOGYAKARTA, beritajateng.tv – Pemerintah melalui Satuan Kerja (Satker) Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah menyiapkan rencana pembangunan Yogyakarta Outer Ring Road (JORR) untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Kota Yogyakarta.
Kepala Satker P2JN Provinsi DIY, Andi Nugroho Jati mengatakan proyek jalan lingkar luar tersebut untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan setelah jaringan tol menuju Yogyakarta beroperasi penuh.
“JORR kita buat untuk mengurangi kepadatan di Jogja. Setelah terbuka semua tol pasti akan macet di ring road, maka kita buat pengalihan arus di jalan ini sebelum masuk ke ring road,” kata Jati saat meninjau posko mudik Kementerian PU di ruas Janti-Prambanan pada Jumat, 13 Maret 2026.
Menurutnya, pembangunan JORR akan menjadi jalur alternatif yang menghubungkan arus kendaraan dari arah Solo langsung menuju kawasan wisata Gunungkidul tanpa harus masuk ke pusat Kota Yogyakarta.
“Arus lalu lintas saat ini kan banyak ke arah wisata, ke arah Gunungkidul. Dengan adanya JORR ini akan mengkoneksi antara jalan dari Solo langsung menuju ke arah Gunungkidul,” jelasnya.
BACA JUGA: Mudik Gratis Lewat Tol Fungsional Jogja-Solo Ruas Prambanan-Purwomartani, Catat Tanggalnya!
Saat ini proyek tersebut masih berada pada tahap perencanaan desain. Pemerintah telah menyiapkan tim untuk menyusun rancangan teknis pembangunan jalan lingkar tersebut.
“Ini posisinya sekarang sudah sampai di desain. Untuk konstruksinya kita masih menunggu proses pembebasan lahan,” ujarnya.
Ia menyebut pembangunan fisik JORR ditargetkan mulai dilaksanakan pada periode 2028-2029, setelah proses desain dan pembebasan lahan selesai.
Secara konsep, proyek ini akan dibangun dalam dua koridor utama, yakni JORR sisi utara dan sisi selatan.
Namun pemerintah akan memprioritaskan pembangunan di sisi selatan terlebih dahulu.
“Untuk yang utara saat ini sudah ada jalan eksisting, hanya nanti akan kita perbaiki alinyemen maupun bahannya,” jelas Jati.





