Ia mengatakan, proyek JORR merupakan proyek jalan nasional, bukan jalan tol. Nilai konstruksi pembangunan jalan nasional ini masih dalam perhitungan yang perkiraannya mencapai sekitar Rp900 miliar.
Berdasarkan data dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY. Total panjang jalur yang direncanakan dalam proyek JORR mencapai 113,43 kilometer.
Dari jumlah tersebut, 90,42 kilometer ruas jalan sudah tersambung, sedangkan 23,01 kilometer masih belum tersambung dan menjadi fokus penanganan pembangunan.
BACA JUGA: Mudik Gratis, Pemkot Semarang Kirim Tujuh Bus ke Jakarta Jemput Pemudik Ber-KTP Semarang
Rencana pengembangan JORR dibagi dalam enam ruas utama, yakni:
1. Sentolo-Minggir sepanjang 16,46 km, seluruhnya sudah tersambung dan direncanakan dilakukan pelebaran jalan dengan penambahan lajur.
2. Minggir-Tempel sepanjang 14,22 km, juga sudah tersambung dan akan dilakukan pelebaran menambah lajur.
3. Tempel-Kalasan sepanjang 35,26 km, telah tersambung sepenuhnya dengan rencana pelebaran jalan.
4. Sentolo-Imogiri (Bakulan) sepanjang 19,68 km, dengan 14,78 km sudah tersambung dan 4,90 km belum tersambung, sehingga akan ada pelebaran sekaligus pembangunan jalan baru.
5. Bakulan (Imogiri)-Piyungan sepanjang 18,65 km, namun baru 2,32 km yang tersambung, sementara 16,33 km masih belum tersambung, sehingga membutuhkan pembangunan jalan baru dan pelebaran.
6. Piyungan-Kalasan sepanjang 9,16 km, dengan 7,38 km sudah tersambung dan 1,78 km belum tersambung, yang juga di rencanakan melalui pelebaran jalan serta pembangunan ruas baru.
Dalam perencanaan tersebut, JORR sisi utara sebagian besar memanfaatkan jalan nasional yang sudah ada, sehingga fokus penanganannya berupa pelebaran dan peningkatan kapasitas jalan.
Sementara itu, JORR sisi selatan masih memerlukan pembangunan ruas jalan baru untuk menghubungkan sejumlah titik penting seperti Sentolo, Imogiri, Piyungan hingga Kalasan, yang nantinya akan menjadi jalur alternatif kendaraan agar tidak masuk ke pusat Kota Yogyakarta.





