Jateng

MTI Ingatkan Pemudik Pahami Hal Ini Saat Melintas di Tol Fungsional

×

MTI Ingatkan Pemudik Pahami Hal Ini Saat Melintas di Tol Fungsional

Sebarkan artikel ini
gerbang tol ambarawa
Gerbang tol Ambarawa, bagian dari tol fungsional yang disiapkan mendukung kelancaran arus mudik/balik lebaran 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv — Tantangan transportasi pada masa angkutan Lebaran, baik arus mudik maupun arus balik, selalu bertumpu pada kepadatan di jalur arteri dan titik pertemuan arus kendaraan.

Karena itu, pengoperasian jalur bebas hambatan baru dipandang menjadi langkah krusial menjelang momentum Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.

Pembukaan dua ruas tol fungsional di Jawa Tengah yang PT Jasa Marga (Persero) Tbk kelola terprediksi dapat menjadi solusi untuk mengurai sejumlah titik kemacetan saat volume kendaraan meningkat.

Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, mengingatkan beberapa hal yang harus jadi perhatian pemudik saat melintasi tol fungsional.

Menurutnya, penggunaan jalan tol fungsional memerlukan kewaspadaan ekstra karena kondisinya belum 100 persen sempurna seperti jalan tol yang telah beroperasi penuh.

BACA JUGA: Perlancar Mudik Lebaran 2024, Jasa Marga Bakal Buka 4 Ruas Tol Gratis, Salah Satunya di Jateng Ini

Tol fungsional biasanya hanya buka pada jam-jam tertentu sesuai diskresi kepolisian dan pengelola jalan tol demi alasan keamanan serta keselamatan pengguna.

Pertama, sebagian konstruksi jalan kemungkinan masih berupa beton dasar (lean concrete) yang lebih berdebu atau belum terlapisi aspal halus.

“Hal yang harus dihindari adalah pengereman mendadak, karena traksi ban mungkin tidak seoptimal pada jalan tol permanen,” jelasnya, Kamis, 12 Maret 2026.

Selain itu, tol fungsional sering kali belum memiliki penerangan jalan yang memadai. Oleh karena itu, pemudik tersarankan melintas pada siang hari atau sebelum matahari terbenam.

Kedua, terkait batas kecepatan kendaraan. Pengemudi diminta disiplin mematuhi batas kecepatan yang telah ditentukan, yakni sekitar 40 hingga 60 kilometer per jam.

Menurut Djoko, memacu kendaraan terlalu kencang sangat berbahaya, terutama jika tiba-tiba terdapat penyempitan jalur atau perubahan lajur di titik tertentu.

Ketiga, fasilitas pendukung di tol fungsional umumnya belum lengkap. Rest area sementara biasanya hanya menyediakan fasilitas darurat atau portabel dengan kapasitas terbatas.

Belum tentu tersedia SPBU permanen, sehingga pengendara tersarankan memastikan bahan bakar kendaraan terisi penuh sebelum memasuki jalur fungsional agar tidak mogok di tengah perjalanan.

Keempat, terkait rambu dan pembatas jalan. Pada beberapa titik, pagar pengaman (guardrail) kemungkinan belum terpasang di seluruh sisi jalan.

“Pengemudi harus tetap fokus pada lajur, terutama di area tikungan atau tepi jembatan,” tambah akademisi Program Studi Teknik Sipil Universitas Katolik Soegijapranata ini.

Kelima, yang tidak kalah penting adalah kondisi fisik pengendara dan kendaraan. Pemudik harus memastikan kendaraan dalam kondisi prima, termasuk ban, rem, dan mesin.

Hal ini penting karena akses bantuan seperti mobil derek atau ambulans kemungkinan membutuhkan waktu lebih lama untuk menjangkau lokasi di jalur tol fungsional yang aksesnya masih terbatas.

Djoko juga menilai keberadaan tol fungsional segmen Bawen–Ambarawa dan segmen Prambanan–Purwomartani bukan sekadar untuk memangkas waktu tempuh perjalanan.

BACA JUGA: Longsor Ancam Rumah Warga, DPRD Kabupaten Semarang Soroti Lambannya Penanganan

Lebih dari itu, tol fungsional merupakan upaya kolektif untuk menciptakan perjalanan mudik Lebaran yang lebih aman dan manusiawi. Kelancaran arus lalu lintas sangat bergantung pada sinergi antara kesiapan infrastruktur dan kedisiplinan pengendara.

“Perjalanan pulang kampung tahun ini harapannya menjadi momentum untuk berkendara dengan selamat sekaligus menikmati potensi daerah yang dapat ditemui sepanjang perjalanan,” tandasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp