Jateng

Proyek Yogyakarta Outer Ring Road Disiapkan 113 KM, Target Pembangunan Mulai 2028

×

Proyek Yogyakarta Outer Ring Road Disiapkan 113 KM, Target Pembangunan Mulai 2028

Sebarkan artikel ini
Kepala Satker P2JN Provinsi DIY, Andi Nugroho Jati saat menjelaskan perencanaan proyek jalan nasional JORR Provinsi DIY. Jumat, 13 Maret 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)
Kepala Satker P2JN Provinsi DIY, Andi Nugroho Jati saat menjelaskan perencanaan proyek jalan nasional JORR Provinsi DIY. Jumat, 13 Maret 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

YOGYAKARTA, beritajateng.tv – Pemerintah melalui Satuan Kerja (Satker) Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah menyiapkan rencana pembangunan Yogyakarta Outer Ring Road (JORR) untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Kota Yogyakarta.

Kepala Satker P2JN Provinsi DIY, Andi Nugroho Jati mengatakan proyek jalan lingkar luar tersebut untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan setelah jaringan tol menuju Yogyakarta beroperasi penuh.

“JORR kita buat untuk mengurangi kepadatan di Jogja. Setelah terbuka semua tol pasti akan macet di ring road, maka kita buat pengalihan arus di jalan ini sebelum masuk ke ring road,” kata Jati saat meninjau posko mudik Kementerian PU di ruas Janti-Prambanan pada Jumat, 13 Maret 2026.

Menurutnya, pembangunan JORR akan menjadi jalur alternatif yang menghubungkan arus kendaraan dari arah Solo langsung menuju kawasan wisata Gunungkidul tanpa harus masuk ke pusat Kota Yogyakarta.

“Arus lalu lintas saat ini kan banyak ke arah wisata, ke arah Gunungkidul. Dengan adanya JORR ini akan mengkoneksi antara jalan dari Solo langsung menuju ke arah Gunungkidul,” jelasnya.

BACA JUGA: Mudik Gratis Lewat Tol Fungsional Jogja-Solo Ruas Prambanan-Purwomartani, Catat Tanggalnya!

Saat ini proyek tersebut masih berada pada tahap perencanaan desain. Pemerintah telah menyiapkan tim untuk menyusun rancangan teknis pembangunan jalan lingkar tersebut.

“Ini posisinya sekarang sudah sampai di desain. Untuk konstruksinya kita masih menunggu proses pembebasan lahan,” ujarnya.

Ia menyebut pembangunan fisik JORR ditargetkan mulai dilaksanakan pada periode 2028-2029, setelah proses desain dan pembebasan lahan selesai.

Secara konsep, proyek ini akan dibangun dalam dua koridor utama, yakni JORR sisi utara dan sisi selatan.

Namun pemerintah akan memprioritaskan pembangunan di sisi selatan terlebih dahulu.

“Untuk yang utara saat ini sudah ada jalan eksisting, hanya nanti akan kita perbaiki alinyemen maupun bahannya,” jelas Jati.

Ia mengatakan, proyek JORR merupakan proyek jalan nasional, bukan jalan tol. Nilai konstruksi pembangunan jalan nasional ini masih dalam perhitungan yang perkiraannya mencapai sekitar Rp900 miliar.

Berdasarkan data dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY. Total panjang jalur yang direncanakan dalam proyek JORR mencapai 113,43 kilometer.

Dari jumlah tersebut, 90,42 kilometer ruas jalan sudah tersambung, sedangkan 23,01 kilometer masih belum tersambung dan menjadi fokus penanganan pembangunan.

BACA JUGA: Mudik Gratis, Pemkot Semarang Kirim Tujuh Bus ke Jakarta Jemput Pemudik Ber-KTP Semarang

Rencana pengembangan JORR dibagi dalam enam ruas utama, yakni:
1. Sentolo-Minggir sepanjang 16,46 km, seluruhnya sudah tersambung dan direncanakan dilakukan pelebaran jalan dengan penambahan lajur.
2. Minggir-Tempel sepanjang 14,22 km, juga sudah tersambung dan akan dilakukan pelebaran menambah lajur.
3. Tempel-Kalasan sepanjang 35,26 km, telah tersambung sepenuhnya dengan rencana pelebaran jalan.
4. Sentolo-Imogiri (Bakulan) sepanjang 19,68 km, dengan 14,78 km sudah tersambung dan 4,90 km belum tersambung, sehingga akan ada pelebaran sekaligus pembangunan jalan baru.
5. Bakulan (Imogiri)-Piyungan sepanjang 18,65 km, namun baru 2,32 km yang tersambung, sementara 16,33 km masih belum tersambung, sehingga membutuhkan pembangunan jalan baru dan pelebaran.
6. Piyungan-Kalasan sepanjang 9,16 km, dengan 7,38 km sudah tersambung dan 1,78 km belum tersambung, yang juga di rencanakan melalui pelebaran jalan serta pembangunan ruas baru.

Dalam perencanaan tersebut, JORR sisi utara sebagian besar memanfaatkan jalan nasional yang sudah ada, sehingga fokus penanganannya berupa pelebaran dan peningkatan kapasitas jalan.

Sementara itu, JORR sisi selatan masih memerlukan pembangunan ruas jalan baru untuk menghubungkan sejumlah titik penting seperti Sentolo, Imogiri, Piyungan hingga Kalasan, yang nantinya akan menjadi jalur alternatif kendaraan agar tidak masuk ke pusat Kota Yogyakarta.

BACA JUGA: MTI Ingatkan Pemudik Pahami Hal Ini Saat Melintas di Tol Fungsional

Rencana jalan lingkar ini juga akan terhubung dengan Exit Tol Banyurejo dari proyek Tol Jogja-Bawen Seksi 1 yang di targetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026.

Dengan konektivitas tersebut, JORR harapannya dapat memperlancar distribusi kendaraan sekaligus mendukung akses menuju kawasan wisata di DIY. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp