SEMARANG, beritajateng.tv – Terjadi gempa berkekuatan 2,8 magnitudo terasa di sebagian wilayah Kabupaten Semarang, Senin, 19 Mei 2025 sekitar pukul 10.00 WIB.
Berdasarkan laporan BMKG PGR VII gempa ini berpusat di 7.18 LS, 110.50 BT atau 12 kilometer Tenggara Kabupaten Semarang, Jawa Tengah dengan kedalaman Jateng 6 kilometer.
Kendati getarannya sempat terasa, umumnya warga tidak mengira jika hal itu merupakan dampak gempa magnitudo seperti yang BMKG laporkan.
“Memang terasa ada getaran, tetapi tidak terlalu kuat dan juga tidak lama,” ungkap Hadi (31) warga Bringin, Kecamatan Bringin,” saat beritajateng.tv konfirmasi melalui sambungan telepon.
BACA JUGA: Usulan Ganti Wakil Presiden Gibran Picu Polemik, Pengamat Adi Prayitno: Ini Gempa Bumi Politik
Ia bahkan mengira getaran tersebut dampak dari kendaraan besar yang sedang melintas di jalan umum. Karena getaran yang terasa juga hampir sama.
“Kebetulan di jalur Beringin- Kedungjati, Kabupaten Grobogan ini juga biasa dilalui truk- truk angkutan barang, angkutan pasir dan sebagainya,” tambah Hadi.
Di lain pihak, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan mengatakan sudah menerima laporan adanya gempa tersebut.
Ia menegaskan sejauh ini tidak ada laporan terkait dengan dampak kerusakan apalagi adanya korban jiwa dari perostiwa gempa magnitudo tersebut.
Namun begitu, warga Kabupaten Semarang diimbau tetap mewaspadai berbagai potensi bencana alam yang ada di wilayahnya dan lingkungannya masing- masing.
BACA JUGA: BPBD Kota Semarang Gelar Apel Kesiapsiagaan Hadapi Musim Hujan dan Potensi Gempa Megathrus
Terlebih cuaca belakangan ini masih cenderung tidak bersahabat. Seperti hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan juga beserta angin kencang.
“Khususnya untuk potensi bencana tanah longsor, angin ribut dan juga banjir. Karena curah hujan di wilayah Kabupaten Semarang terpantau masih cukup tinggi,” tegas Alexander. (*)
Editor: Farah Nazila





