Jateng

Realisasi Investasi Tahun 2023 Turun 8,22 Persen, DPMPTSP Jateng: Meski Turun, Penyerapan Tenaga Kerja Meningkat

×

Realisasi Investasi Tahun 2023 Turun 8,22 Persen, DPMPTSP Jateng: Meski Turun, Penyerapan Tenaga Kerja Meningkat

Sebarkan artikel ini
realisasi investasi jateng | investor jawa tengah
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jateng, Sakina Rosellasari saat ditemui beritajateng.tv di kantornya, Jumat, 28 Juli 2023. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Realisasi investasi Provinsi Jawa Tengah hingga triwulan 3 tahun 2023 mengalami penurunan sebesar 8,22 persen dibanding tahun sebelumnya.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menyebut, angka investasi tahun 2023 sebesar Rp41,29 triliun. Investasi itu berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp17,15 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp24,4 triliun.

Kepala DPMPTSP Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengungkap, nilai itu turun di tahun 2023 lantaran pada tahun 2022 di triwulan 3 menyentuh angka Rp44,99 triliun. Sementara pada waktu tersebut jumlah investasi PMA sebesar Rp26,82 triliun dan PMDN sebesar Rp18,17 triliun.

Kendati mengalami penurunan, Sakina mengaku adanya kenaikan pada sektor lain. Misalnya, seperti kenaikan jumlah proyek sebesar 107,69% dan penyerapan tenaga kerja yang juga meningkat sebesar 18,86%.

BACA JUGA: Tak Masuk 5 Besar Realisasi Investasi, Kepala DPMPTSP: Proyek di Jateng Itu Padat Karya Bukan Padat Modal

“Memang angka realisasi investasi di Jawa Tengah mengalami penurunan 8,22 persen, tetapi terjadi kenaikan jumlah proyek dan tenaga kerja. Faktor itu alhasil menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jateng menjadi 5,13%,” ujar Sakina, Sabtu, 11 November 2023.

Menurutnya, terdapat beberapa kendala bagi investor untuk berinvestasi di Jawa Tengah. Salah satunya faktor luar negeri, yakni kondisi global antara Rusia dan Ukraina yang mengakibatkan berkurangnya permintaan pasar atau menurunnya nilai ekspor.

“Selain itu, belum semua kabupaten/kota menyusun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk kepastian peruntukan lokasi dan adanya aturan terkait Lahan Sawah Dilindungi (LSD),” sambungnya.

Relevansi Jateng antara peningkatan investasi dan penyerapan tenaga kerja

Mengatasi masalah tersebut, Sakina mengaku telah melakukan komunikasi intens dengan Kementerian Investasi/BPKM, Kementerian Lingkungan Hidup, Kemnterian Perindustrian, hingga dinas terkait di bawah naungan Pemprov Jateng.

Terkait tahun 2024 yang tinggal menghitung hari, pihaknya ingin menarget jumlah yang lebih besar daripada tahun 2023, yakni sebesar Rp65 triliun.  Untuk mencapai target itu, Sakina akan mengandalkan PMDN, utamanya UMKM.

“Investasi itu sangat penting untuk mengurangi pengangguran, Jateng sendiri berhasil menunjukkan relevansi antara peningkatan investasi dengan penyerapan tenaga kerja,” jelasnya.

Lebih lanjut, berbagai upaya seperti membuka pintu masuk seluas-luasnya bagi investor kini tengah ia jalani. Salah satunya dengan mengadakan promosi investasi melalui Central Java Invesment Business Forum (CJIBF).

BACA JUGA: Target Investasi Senilai Rp65,7 Triliun, Begini Cara Pemprov Jateng Gaet Investor Asing

“Event besar itu mengundang pelaku usaha, calon investor dalam dan luar negeri, asosiasi pelaku usaha, pengelola kawasan industri, Bank Indonesia, dan Kementerian Investasi/BKPM,” terangnya.

Hingga kini, terdapat enam kawasan industri yang masih menjadi andalan di Jateng. Adapun kawasan industri itu meliputi Grand Batang City (KIT Batang), Batang Industrial Park, Aviarna Industrial Park, Kawasan Industri Kendal, Jateng Land Industrial Park, dan Kawasan Industrial Cilacap.

“Realisasi investasi pastinya akan menggerakan roda perekonomian di Jateng semakin cepat. Adanya industri ini pasti akan menimbulkan multiplier effect dan spread effect yang akan meningkatkan konsumsi rumah tangga juga,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp