Kesehatan

Respon Ahli Gizi Soal Kandungan Zat Pemicu Kanker pada Indomie

×

Respon Ahli Gizi Soal Kandungan Zat Pemicu Kanker pada Indomie

Sebarkan artikel ini
indomie ayam spesial
Taiwan telah menarik Indomie rasa ayam spesial dari peredaran, akan tetapi BPOM menjamin mie tersebut tetap aman konsumsi. (Foto: indomie.co.id)

 SEMARANG, beritajateng.tv – Sebuah temuan mengejutkan terkait kandungan zat karsinogenik etilen oksida pemicu kanker dalam produk mie instan asal Indonesia, Indomie, memicu kekhawatiran pada masyarakat.

Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan telah menarik peredaran produk Indomie Ayam Spesial pada 25 April. Kebijakan itu setelah menemukan kandungan zat etilen oksida dalam bumbu produk mie instan produksi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk ini. Sehari berselang, Malaysia ikut menarik produk Indomie Ayam Spesial dari pasaran.

BACA JUGA: Taiwan Tarik Indomie Ayam Spesial, BPOM Jamin Tetap Aman Konsumsi

Menanggapi isu tersebut, ahli gizi asal Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Vilda Ana Veria Setyawati, menyatakan zat etilen oksida sangat berbahaya apabila masuk ke dalam tubuh karena dapat menyebabkan kanker limforma dan leukimia. Ia turut khawatir terkait keamanan kandungan Indomie di dalam negeri setelah penemuan dari otoritas pangan Taiwan tersebut.

“Karena dilakukan pemeriksaan sampling di Taiwan dan ada hasil pemeriksaan tersebut, kita juga menghimbau supaya Indofood melakukan pemeriksanaan karena dikhawatirkan ada kandungan yang sama, takutnya seperti itu,” kata Vilda kepada beritajateng.tv.

BACA JUGA: Ahli Gizi Ungkap Kandungan Berbahaya dari Mie Instan

Zat Etilen Oksida Tak Boleh Ada dalam Makanan

Terkait apakah ada perbedaan kandungan dalam produk Indomie di Indonesia dengan luar negeri, Vilda sendiri tidak bisa berbicara banyak. Namun, Vilda dengan tegas menyatakan bahwa zat etilen oksida tidak boleh terkandung dalam makanan.

“Tidak boleh, etilen itu memang tidak boleh ada dalam produk makanan. Ada sedikit itu saja sudah sangat berbahaya,” lanjutnya.

Ia berharap, setelah temuan ini, otoritas pangan Indonesia dapat melakukan monitoring secara terjadwal terkait produksi mie instan. Tujuannya agar tidak ada kasus seperti ini lagi. Ia juga menyarankan agar masyarakat dapat menghindari konsumsi produk mie instan terlebih dahulu.