Di sisi lain, menurut Suroji (50) seorang petani yang menitipkan gabah hasil panennya di RGB milik Mustain tersebut mengaku merasa sangat untung. Mengingat RGB tersebut satu-satunya yang berada di desanya. Oleh sebab itu, ia menyayangkan jika tempat tersebut harus berhenti beroperasi.
“Semua petani di desa kami sangat bergantung dengan selepan padi itu. Kalau itu tutup maka kami pastikan akan mengeluarkan biaya lebih banyak lagi untuk menggiling gabah di tempat lainnya,” keluhnya. (*)
Editor: Andi Naga Wulan.





