SEMARANG, beritajateng.tv – Ada yang unik dengan sebuah rumah makan di sekitar Museum Kota Lama, Bubakan, Kota Semarang. Sekilas, rumah makan Padang tersebut terlihat seperti rumah makan pada umumnya. Namun, setelah diamati lebih dekat, terdapat ribuan kaset pita yang dipajang bersebelahan dengan berbagai olahan makanan khas Padang. Ya, rumah makan Padang ini juga berfungsi sebagai toko kaset di Semarang.
Adalah Rumah Makan Padang Jaya yang merangkap sebagai toko kaset di Semarang. Terletak di Jalan Agus Salim Nomor A16, Kota Semarang. Rumah Makan Padang Jaya tak hanya menjual masakan Padang tapi juga toko kaset. Ribuan kaset pita jadul mulai tahun 70-an terlihat mendominasi ruangan tersebut.
BACA JUGA: Pemkot dan Kemendikbudristek RI Lestarikan Musik Keroncong lewat Puncak Keroncong Svaranusa
beritajateng.tv berkesempatan mengunjugi rumah makan tersebut. Pemilik Rumah Makan Padang Jaya, Denny, menceritakan bahwa ribuan kaset pita jadul tersebut adalah peninggalan sang ayah. Menurutnya, sang ayah merupakan sosok pekerja keras.
“Dulu Bapak memang suka berjualan. Ibaratnya apa saja dijual. Akhirnya jualan kaset pita, waktu itu masih keliling kaki lima. Terus buka rumah makan ini sekaligus jual kaset,” jelas Denny kepada beritajateng.tv, Jumat 2 Juni 2023.
Kaset pita yang tersedia pun tak tanggung-tanggung. Mulai dari musik pop, keroncong, lagu barat, hingga tausiah tersedia. Saking banyaknya, Denny mengaku sampai tidak hapal semua koleksinya.
“Mungkin total sampai 10 ribu ini, banyak sekali. Kadang kalau ada pelanggan mau nyari tapi saya nggak tahu, saya suruh cari sendiri,” ujarnya sambil tertawa.
Meski zaman digital, toko kaset di Semarang tetap bertahan
Ketika disinggung apakah masih ada pembeli kaset pita, Denny dengan mantap mengangguk. Meski kaset pita sudah tergerus oleh musik digital, menurut Denny peminatnya tak pernah sepi.
Tak hanya kalangan orang tua, banyak anak-anak muda yang menyukai kaset pita. Menurut Denny, meski anak muda tak merasakan masa keemasan kaset pita, namun kepopuleran kaset pita terus terjaga.
“Waktu itu ada anak SMP yang mau beli, jauh-jauh dari Kudus naik sepeda. Tapi karena datangnya hari Minggu pas kita tutup, jadi nggak ketemu. Akhirnya diantar sama orangtuanya,” lanjutnya.
BACA JUGA: Tembus Label Musik 21Hom Record, ‘Silent Band’ Asal Semarang Rilis Single Mengudara
Selain itu, Denny juga pernah menemukan pengalaman unik. Salah satunya adalah pelanggan yang membeli kaset pita meski tidak memiliki playernya.
“Waktu itu ada yang nyari kaset pita, pas saya tanya apakah punya playernya, eh ternyata nggak punya, hahaha. Jadi memang bisa untuk koleksi aja,” imbuhnya.
Terkait harga, kaset pita yang Denny jual ternyata cukup murah. Setiap kaset Denny hanya mematok harga sekitar Rp 20 ribu. Paling mahal, beberapa kaset pita keluaran penyanyi terkenal berharga Rp 40 ribu.
“Harga segitu masih tergolong murah dan terjangkau untuk semua kalangan, harapannya kaset-kaset pita ini cepat laku juga,” pungkasnya. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





