Ekbis

Satu Dekade Berdirinya Lunpia Cik Meme, Ada Promo Kejutan Bagi Pecinta Makanan Khas Semarang

×

Satu Dekade Berdirinya Lunpia Cik Meme, Ada Promo Kejutan Bagi Pecinta Makanan Khas Semarang

Sebarkan artikel ini
Satu Dekade Berdirinya Lunpia Cik Meme, Ada Promo Kejutan Bagi Pecinta Makanan Khas Semarang
Pemilik Lunpia Cik Me Me, Meliani Sugiarto. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Memasuki usia satu dekade Lunpia Cik Meme (LCM) memberikan promo kejutan bagi para pecinta makanan khas Kota Semarang ini.

Ya bagi Anda yang menginginkan oleh-oleh atau makanan khas Semarang lunpia merupakan salah satu yang patut masyarakat beli.

Seperti Lunpia Cik Meme (LCM) ini yang telah berdiri selama sepuluh tahun lalu, menggelar promo khusus dengan tajuk “Gebyar 1 Dekade LCM”.

Tak hanya itu saja, Lunpia Cik Meme (LCM) juga mempunyai bermacam varian rasa dari original dan lainnya.

“Dengan mengucapkan puji syukur atas rahmat Illahi. Sekarang ini LCM telah memasuki jenjang usia 10 tahun,” kata pemilik LCM, Meliani Sugiarto SE atau yang biasa disebut Cik Meme.

Ia mengaku, bahwa perjuangannya hingga sampai di titik ini tidaklah mudah. Pahit getir dan terjalnya jalan, telah mampu ia lewati dengan membawa resep khusus keluarga Lunpia Cik Meme (LCM).

“Ini berkat dukungan semua pihak khususnya para relasi pecinta LCM. Sebagai ucapan rasa terima kasih. Kami menyuguhkan Lunpia Original dengan harga terjangkau,” sebutnya.

Pelanggan dapat menikmati Lunpia Original dengan harga Rp 19 ribu, dari harga normalnya Rp 22 ribu.

Lunpia Cik Meme (LCM) memang kerap memberikan promo pada momen-momen tertentu.

Sebut saja misalnya pada bulan puasa, hari jadi Kota Semarang hingga ketika menjelang hari kemerdekaan.

Sejarah panjang Lunpia Cik Meme

LCM memang sudah menjadi ikon kuliner Ibu Kota Jawa Tengah, sekaligus pelopor lunpia bersertifikat Halal.

Hal itu artinya semua produk LCM telah mendapatkan sertifikasi Halal.

Sekadar informasi, sejarah Lunpia Cik Me Me di pelopori oleh engkong buyutnya, yaitu pasangan suami Istri Tjoa Thay Joe dan Mbok Wasie (1870).

Pasangan ini bertempat tinggal di perkampungan Brondongan Semarang Timur.

Melalui kampung itu pula, asal Meliani Sugiarto SE, atau yang lebih populer disapa Cik Me Me.