Keberhasilan Bank Jateng dalam membesarkan ajang ini tidak lepas dari sinergi kuat dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sekda Jawa Tengah, Sumarno, mengapresiasi perjalanan satu dekade ini yang sukses menjadikan BJBM sebagai kebanggaan daerah.
“Ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan terus mendukung. Yakni agar Bank Jateng Borobudur Marathon dapat terus tumbuh, menjadi warisan yang membanggakan, dan wajah sport tourism Indonesia di mata dunia,” tegas Sumarno.
BACA JUGA: Kisah Sukses Sendang Kun Gerit: Sinergi Warga dan Bank Jateng Ciptakan Ekosistem Ekonomi Mandiri
Kehangatan warga Magelang juga ԁiakui oleh Ketua Yayasan Borobudur Marathon, Liem Chie An, sebagai identitas yang membuat ajang ini selalu ԁirindukan. Menurutnya, kebanggaan terbesar adalah melihat Borobudur menjadi “rumah” yang nyaman bagi para pelari dari berbagai penjuru.
Merayakan sepuluh tahun kebersamaan, Bank Jateng dan Harian Kompas merancang BJBM tahun ini sebagai bentuk apresiasi bagi seluruh pihak yang telah bertumbuh bersama.
Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Adi Prinantyo, menyoroti bahwa nilai-nilai kebersamaan dan hubungan antarmanusia selama satu dekade inilah yang menjadi warisan sejati.
Untuk menyemarakkan “A Decade of Legacy”, Bank Jateng Borobudur Marathon akan kembali menghadirkan rangkaian program unggulan. Antara lain meliputi kegiatan Bank Jateng Friendship Run guna menyapa pelari dan masyarakat luas, serta Festival Kuliner Bank Jateng Pawone yang menyajikan cita rasa khas Magelang hasil kurasi UMKM binaan.
Selain itu, sebagai bentuk apresiasi khusus pada penyelenggaraan tahun ini, panitia juga akan memberikan medali spesial satu dekade bagi para pelari setia yang telah mengikuti Borobudur Marathon lebih dari empat kali.
Melalui “A Decade of Legacy”, Bank Jateng berkomitmen untuk terus memastikan bahwa setiap tetes keringat pelari dan setiap dukungan masyarakat akan terus ԁiubah menjadi energi positif bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





