Pendidikan

SD Bugangan 2 Semarang Hanya Ada 3 Pendaftar, SPMB Gelombang Lanjutan Jadi Solusi

×

SD Bugangan 2 Semarang Hanya Ada 3 Pendaftar, SPMB Gelombang Lanjutan Jadi Solusi

Sebarkan artikel ini
SD Bugangan 2 Semarang Hanya Ada 3 Pendaftar, SPMB Gelombang Lanjutan Jadi Solusi
Suasana SPMB Lanjutan di SD Negeri Bugangan 02 Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) lanjutan Kota Semarang untuk jenjang TK (Taman Kanak-kanak) dan SD (Sekolah Dasar) kembali digelar.

SPMB lanjutan ini bertujuan untuk memenuhi kuota siswa di sekolah-sekolah yang masih kosong. Hal ini lantaran pada SPMB tahap pertama masih ada sejumlah TK maupun SD Negeri yang kekurangan siswa.

SPMB lanjutan TK dan SD Negeri di Kota Semarang ini berlangsung selama 2 hari, yakni Senin dan Selasa tanggal 7 – 8 Juli 2025.

Sejumlah sekolah yang semula kekurangan pendaftar di SPMB tahap pertama, dalam SPMB lanjutan mulai didatangi masyarakat yang akan mendaftarkan sekolah anaknya. salah satunya di SD Negeri Bugangan 02 Semarang.

BACA JUGA: Ada 222 SD Negeri Belum Penuhi Kuota, SPMB Gelombang 2 Kota Semarang Buka Hari Ini

Kepala SD Negeri Bugangan 02 Semarang, Tri Yuliasuti mengaku, dari 28 kuota di sekolahnya hanya terisi 3 siswa.

“Sehingga dengan SPMB lanjutan ini kami akan membuka pendaftaran untuk mengisi kuota kebutuhan 25 murid,” ujar dia.

Ia mengakui jika pada SPMB gelombang pertama memang terdapat beberapa faktor mengapa hanya memperoleh siswa sedikit. Salah satunya karena populasi warga penduduk yang ada di area sekitar sekolah sangat sedikit.

Selain itu, banyaknya sekolah di sekitar SD Bugangan 02 ini menjadi faktor penyebab lain minat siswa bersekolah sedikit.

“Juga populasi penduduk produktif di sekitar SD Bugangan 02 sudah jauh berkurang. Disini tinggal pasutri muda dan merupakan area usaha, jadi jarang anak-anak,” papar dia.

Keberadaan SPMB lanjutan inipun mendapat sambutan hangat warga, seperti Ruli, warga setempat yang mengaku senang masih mendapat kesempatan mendaftarkan anaknya di sekolah negeri.

“(SPMB) pertama tidak lolos seleksi akibat domisili. Saat itu saya mendaftarkan anak saya di Semarang Utara,” papar dia.

Pada SPMB lanjutan kali ini, ia sengaja memilih SD Negeri Bugangan 02 untuk anaknya karena dekat dengan lokasi ia bekerja.