SEMARANG, beritajateng.tv – Calon Gubernur (Cagub) Jawa Tengah nomor urut 1, Andika Perkasa, menawarkan program perluasan internet di desa jika ia terpilih nanti.
Tawaran atas janji Andika itu sempat mendapat kritik dari Cagub nomor urut 2, Ahmad Luthfi, saat debat perdana Pilgub Jateng berlangsung di Marina Convention Center, Kota Semarang, Rabu, 30 Oktober 2024 malam.
Luthfi mengaku tergelitik dengan data yang dipaparkan oleh Andika. Luthfi mengatakan, dari 7.810 desa, hanya 102 desa yang blank spot.
Usai debat, Andika mempertegas bahwa tanggapan Luthfi tersebut bukanlah suatu perdebatan berarti.
Saat konferensi pers, Andika pun menegaskan tanggapan Luthfi itu tak ada maksud untuk menjebaknya.
“Kita sebetulnya bukan berdebat. Kalau Mas perhatikan cara saya bertanya itu murni bertanya yang ingin mendengar lebih dalam,” ungkap Andika saat konferensi pers.
BACA JUGA: Debat Pilgub Jateng, Gus Yasin Beri Program untuk Penuhi Kebutuhan Rumah Warga Jateng
Ia menegaskan tak ada sama sekali pihaknya maupun Luthfi untuk menjebak satu sama lain pada segmen empat.
“Jadi sama sekali tidak ada niat untuk misalnya ngetes atau jebak sama sekali,” sambung dia.
Andika berterima kasih pada Luthfi, tegaskan tak ada niat menjebak satu sama lain
Lebih lanjut, Andika Perkasa menyampaikan rasa terima kasihnya pada Luthfi atas tanggapan yang diberikan.
“Sehingga, begitu Pak Luthfi jawab pun saya justru menyampaikan terima kasih, karena programnya sangat bagus dan menurut saya itu juga perlu menjadi masukan kami,” terang dia.
Ia menilai, segmen empat saat perdebatan soal internet di desa berlangsung murni sebagai sebuah diskusi.
“Benar-benar kami melihatnya sebagai sebuah diskusi, karena dari diskusi ini kita tau apa program dari Mas Luthfi dan Gus Yasin,” terangnya.
Ia berharap, jika salah satu dari kedua paslon terpilih sebagai gubernur-wakil gubernur, maka program yang diusung selama kampanye bisa melengkapi satu sama lain.
“Sehingga apa yang mungkin kami belum lengkap itu bisa kami lengkapi. Siapapun nanti, yang jelas salah satu dari kita memberi masukan satu sama lain dan berguna untuk melengkapi program demi program apabila satu dari kami terpilih,” tandas Andika.
Sebelumnya, Andika Perkasa menawarkan janji akan memperluas akses internet di desa-desa yang berada di ujung timur Jawa Tengah.
Jawaban Andika itu membuat Ahmad Luthfi merasa tergelitik.
Hal itu tersampaikan Andika dan Luthfi saat sesi tanya jawab pada segmen keempat debat Pilgub Jawa Tengah 2024.
Luthfi mendapat giliran bertanya ke Andika.
“Jawa Tengah adalah provinsi yang sangat luas dari ujung timur sampai ujung barat utara sampai selatan dengan jumlah hampir 7.810 desa dan 753 kelurahan solusi apakah saudara akan berikan menyelesaikan warga Jateng yang berada di ujung timur Jateng?,” tanya Luthfi.
Menjawab itu, Andika mengaku pihaknya berjanji akan memperluas akses internet di Jawa Tengah.
BACA JUGA: Debat Pilgub Jateng 2024, Ahmad Luthfi Salah Sebut: Jika Kami dan Pak Hendi Menang..
Ia mengungkap Jawa Tengah hanya 82% yang ada penetrasi internet.
“Yang jelas kita pertama akan memenuhi kebutuhan koneksi internet di seluruh desa, nah masalahnya adalah akses internet ini di Jawa Tengah masih terendah di Jawa karena hanya 82% penetrasi internet bagaimana dengan daerah dan desa yang belum memilik koneksi internet,” ujarnya.
Andika mengatakan, pihaknya akan menurunkan koneksi internet yang belum ada penetrasinya. Andika menawarkan penurunan koneksi internet melalui satelit.
“Yang perlu kita lakukan menurunkan koneksi internet di daerah yang belum ada penetrasinya saya membayangkan kira-kira di sini belum ada jaringan fiber optik, kita memiliki pilihan untuk menurunkan koneksi internet melalui satelit dan itu sudah memungkinkan secara teknologi,” sambung dia.
Alasan Luthfi tergelitik dengar jawaban Andika
Luthfi mengaku, ia tergelitik dengan data yang Andika paparkan.
Luthfi mengatakan dari 7.810 desa, hanya 102 desa yang blank spot.
“Ada hal yang perlu menggelitik kami jadi dari 7.810 desa itu yang masih blank spot 102 desa, 102 desa itu bisa terpenuhi jadi tidak semua desa tidak punya internet 100 desa,” paparnya.
BACA JUGA: Meski Dilarang Masuk, Pendukung Cagub Tetap Setia Tunggu Debat Pilgub Jateng Usai
Luthfi menyebut persoalan di ujung timur Jawa Tengah itu ialah pendangkalan muara, di mana ada Desa Tembarak yang mayoritasnya nelayan.
“Pertanyaan saya ujung timur Jawa Tengah itu ada apa, di sana ada desa namanya desa Tembarak, ada desa yang di situ adalah nelayan kita kebanyakan permasalahan harus kita ngopeni dari pendangkalan muara, solar bersubsidi, harga ikan kembung cuma Rp 3.000 inilah permasalahan dari ujung yang harus kita tahu sebagai seorang pemimpin,” ujarnya. (*)
Editor: Farah Nazila





